kuping kiri

Nelayan Kawal Janji Uji Sampel Ulang, jika Tidak Ditepati Ancam Unjuk Rasa

Nelayan Kawal Janji Uji Sampel Ulang, jika Tidak Ditepati Ancam Unjuk Rasa

SURANENGGALA (Ci+) – Masalah kerang hijau beracun sepertinya masih panjang. Meskipun hasil uji laboratorium dari kepolisian sudah ada, tapi nelayan menginginkan pengujian ulang terhadap sampel beberapa unsur di laut seperti kerang hijau, ikan, dan lainnya.

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Zenal Arifin Waud mengatakan, dalam audiensi nelayan, mahasiswa pendamping, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislakan), serta DPRD memang disepakati untuk uji lab tersendiri oleh instansi terkait.

Menurutnya, uji lab polisi terkait penyelidikan atas kematian beberapa warga yang diduga mengonsumsi kerang hijau, hanya sampel-sampel dari tubuh para korban dan makanan. Sementara nelayan menginginkan uji sampel terhadap kerang hijau, rajungan, dan beberapa ikan laut.

“Nelayan ingin memastikan bahwa kerang hijau dan ikan yang selama ini jadi tangkapan mereka tidak mengandung unsur berbahaya. Sehingga mereka bisa melaut, dan konsumen pun tidak khawatir,” ujar anggota dewan daerah pemilihan (dapil) III itu.

Terpisah, perwakilan nelayan, Watino didampingi mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Eko Yudi Yanto mengatakan, pihaknya saat ini menunggu janji dewan dan Dislakan untuk melakukan uji sampel ulang. Sesuai kesepakatan saat audiensi akan dilakukan pada hari Senin (16/1).

Jika janji tersebut tidak ditepati, kata dia, maka nelayan dan mahasiswa akan turun ke jalan menggelar unjuk rasa. “Kita lihat saja hari Senin nanti,” kata dia.

Pihaknya juga akan mengumpulkan temuan baru dari nelayan, sejumlah ikan yang mengalami perubahan warna. “Kami khawatir karena zat berbahaya. Tapi harus dipastikan melalui uji lab,” kata mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon itu.

Selain uji lab oleh dinas terkait, nelayan dan mahasiswa berharap bisa menggandeng lembaga independen untuk uji sampel sendiri. “Sebagai pembanding saja,” pungkasnya, Sabtu (14/1). (*)

Laporan: Mahrus Ali

Related posts