kuping kiri

PCNU Kabupaten Cirebon Launching Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2018

PCNU Kabupaten Cirebon Launching Rangkaian Peringatan Hari Santri Nasional 2018

Cirebonplus.com (C+) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon me-launching rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional (HSN). Secara simbolis launching ditandai dengan penyerahan pataka bendera Nahdlatul Ulama (NU) dari Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi kepada Ketua Panitia HSN Rd Mohammad Al Bana, Rabu (19/9).

Penyerahan pataka menandai dimulainya seluruh rangkaian peringatan HSN 2018 tingkat Kabupaten Cirebon, baik yang diselenggarakan PCNU, lembaga-lembaga NU, hingga Majelis Wakil Cabang (MWC) di semua kecamatan. Hadir dalam seremoni launching Rois Syuriah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani Amin, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon, KH Aziz Hakim Syaerozi, Ketua Panitia HSN 2018 Rd Mohammad Al Bana, Bendahara Panitia HSN Ahmad Nasihin, dan Ketua MWC NU Kecamatan Susukanlebak yang juga penanggung jawab panitia lokal H Apud Syihabudin.

Ketua Panitia HSN 2018, Rd Mohammad Al Bana mengatakan banyak kegiatan yang diselenggarakan organisasi Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Cirebon untuk menyemarakkan HSN.

“Setidaknya ada tiga kelompok kegiatan di tingkat struktural, pertama yang menjadi domain PCNU, kedua kegiatan lembaga-lembaga NU, dan ketiga yang diselenggarakan di tingkat MWC,” kata dia seraya mengatakan, kultural waarga NU juga ikut mengadakan berbagai kegiatan.

Untuk tingkat cabang, lanjut dia, ada tiga kegiatan utama antara lain ziarah dan napak tilas tokoh dan ulama utama dalam penyebaran Islam dan perjuangan merebut kemerdekaan. Diawali dengan ziarah ke maqbaroh Sunan Gunung Jati, dilanjutkan ke maqbaroh Almaghfurlah KH Amin Sepuh dan KH Solihin (Babakan Ciwaringan), ke maqbaroh Almaghfurlah KH Abdul Halim (Leuwimunding, Majalengka), dan terakhir ke maqbaroh Almaghfurlah KH Abbas (Buntet Pesantren).

“Kegiatan ini diadakan 18 Oktober 2018. Selain akan diikuti para pengurus PCNU, kegiatan ini juga akan melibatkan lembaga-lembaga, perwakilan badan otonom (banom), MWC NU, dan partisipan warga NU,” ujarnya.

Kegiatan yang kedua, karnaval HSN 2018 dan parade drum band pada tanggal 21 Oktober mulai pukul 13.30 hingga selesai yang akan diselenggarakan di Kecamatan Losari. Untuk start dari Terminal Panggangsari dan finish di lapangan Panggangsari.

Kegiatan puncak, sambung dia, diadakan pagelaran musik santri dan tablig akbar pada tanggal 28 Oktober. Diawali pagi hari festival hadrah, HSN Expo 2018, penampilan musik Debu bakda magrib, dan dilanjutkan tablig akbar. (*)

Laporan: Kustano A

Related posts