kuping kiri

Pedagang Pasar Tegalgubug Sampaikan Dokumen Penolakan PGTC ke Muspida hingga Gubernur

Pedagang Pasar Tegalgubug Sampaikan Dokumen Penolakan PGTC ke Muspida hingga Gubernur

Cirebonplus.com (C+) – Penolakan pembangunan Pusat Grosir Tegalgubug Cirebon (PGTC) terus disuarakan para pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Sandang Tegalgubug (P3ST). Setelah melakukan langkah-langkah bersifat lokal, mulai dari memasang spanduk penolakan, penggalangan tanda tangan, hingga audiensi dengan pemerintah desa (pemdes), mereka mulai melakukan langkah strategis.

Senin siang (7/7) misalnya, P3ST mendatangi sejumlah lembaga Muspida seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon, Polres Cirebon, dan Kodim Sumber. Mereka membawa satu bundel dokumen sikap warga dan pedagang Pasar Tegalgubug terkait pembangunan PGTC.

Apa isi dokumen tersebut? Koordinator P3ST Muhlisin Irfan mengatakan, dokumen tersebut merupakan berita acara penolakan pedagang dan warga Tegalgubug terhadap pusat sandang modern. Hal itu sebagai tindak lanjut dari pertemuan yang digelar tanggal 29 Juli lalu di balai Desa Tegalgubug.

“Hari ini saya dan teman-teman P3ST melayangkan berita acara hasil pertemuan pedagang, ulama, organisasi kepemudaan, LSM, Karang Taruna, BPD, dan aliansi mahasiswa dengan pemerintah desa. Kami tindak lanjuti dengan melayangkan surat pemberitahuan penolakan mulai BPD, kuwu, camat, dinas terkait, ketua DPRD, kapolres, dandim, bupati hingga gubernur dan kapolda,” papar tokoh pemuda Tegalgubug tersebut kepada cirebonplus.com.

Pihaknya kembali menjelaskan bahwa warga Tegalgubug belum siap dengan keberadaan mal atau pasar sandang modern. Apalagi berdiri di samping Pasar Induk Sandang Tegalgubug.

Ada banyak hal yang menjadi argumentasi penolakan. Ia menyebut beberapa di antaranya tergerusnya pedagang dengan modal minim, tergesernya pedagang lokal oleh pendatang dari berbagai daerah yang memiliki modal besar, terancamnya kearifan lokal Tegalgubug yang sudah berpuluh-puluh tahun terjaga, dan alasan lainnya.

“Di Tegalgubug sudah ada pasar tradisional, jangan sampai ada pasar lain, apalgi pasar modern yang hanya berjarak 200-300 meter. Pasar Tegalgubug selama ini menjadi pusat perekinomian sumber mata pencaharian masyarakat, karena itu kami menolak keras PGTC,” tegas dia.

Ia tidak bisa membayangkan nasib anak cucu di masa depan yang tidak bisa lagi melihat kejayaan Pasar Induk Sandang Tegalgubug. “Jangan berbicara kepentingan pribadi, tetapi bagaimana anak cucu nanti,” kata dia. (*)

Laporan: Mahbullah

Related posts