kuping kiri

Peduli Korban Longsor Gemulunglebak, PMII, BEM UNU, OI, dan Karang Taruna Galang Dana

Peduli Korban Longsor Gemulunglebak, PMII, BEM UNU, OI, dan Karang Taruna Galang Dana

CIREBON (Ci+) – Sejumlah elemen pelajar, mahasiswa, dan pemuda dari sejumlah daerah di Cirebon tergerak untuk menunjukkan kepedulian terhadap para korban longsor di Desa Gemulunglebak, Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon. Senin (20/2), mereka menggalang dana dari pengguna jalan di sejumlah titik lampu merah.

Sejumlah elemen yang terlibat antara lain Karang Taruna Desa Gemulunglebak, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Universitas Nahdlatul Ulama (UNU), dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNU. Ikut bergabung, Komunitas Orang Indonesia (OI) Rayon Gumulung dan OSIS Madrasah Aliyah (MA) Suargi Buana Jati Cirebon.

Pantauan cirebonplus.com, para pekerja sosial itu melakukan penggalangan di tiga titik lampu merah yang ada di Kota Cirebon. Titik-titik tersebut antara lain, lampu merah Jalan Pemuda, lampu merah Jalan Cipto, dan lampu merah Jalan Kanggraksan.

Koordinator aksi galang dana yang juga Presiden BEM UNU, Dewi Dafitri didampingi Sekretaris PMII Komisariat UNU, Muhamad Hanif mengatakan, penggalangan dana merupakan salahsatu langkah terpadu dari posko peduli yang didirikan di lokasi bencana. Selain kerugian materil yang cukup besar, mereka juga down secara psikologis dan tidak bisa mencari nafkah untuk menghidupi keluarga.

Karena itu, sambung Dewi, bantuan sekecil apapun sangat dibutuhkan masyarakat korban longsor Gemulunglebak. “Itulah alasan kami bersama-sama sahabat-sahabat mahasiswa, pelajar, dan pemuda berinisiatif menggalang dana dari pengguna jalan,” ujar Dewi.

Hasil penggalangan, lanjut Dewi, akan diserahkan ke Posko Peduli untuk dibelanjakan berbagai logistik yang paling dibutuhkan warga. Bisa juga dana tersebut diberikan tunai, terserah kesepakatan bersama elemen-elemen yang tergabung.

Apa yang dilakukannya bersama kawan-kawan tidaklah seberapa bila dibandingkan kebutuhan para korban longsor saat ini. Karena itu, ia mengajak masyarakat Cirebon dan sekitarnya untuk berbagi kepedulian.

“Banyak kebutuhan. Mereka kehilangan tempat tinggal, ada yang rusak berat dan ringan, juga tak bisa mencari nafkah. Kepedulian kita sangat berarti,” pungkasnya. (*)

Laporan: Mahrus Ali

Related posts