kuping kiri

Pembangunan PGTC Harus Dikaji Ulang, Satori: Investasi Harus Untungkan Masyarakat

Pembangunan PGTC Harus Dikaji Ulang, Satori: Investasi Harus Untungkan Masyarakat

Cirebonplus.com (C+) – Penolakan pedagang dan masyarakat Tegalgubug terhadap pembangunan Pusat Grosir Tegalgubug Cirebon terus mendapat dukungan luas. Salahsatunya disampaikan anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat, H Satori.

Satori menyarankan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon mengkaji ulang rencana pembangunan PGTC. Ia melihat minimnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah.

“Alangkah lebih arif dan bijaksana, pemkab mengkaji ulang rencana pembangunan PGTC. Karena sebelum proses pembangunan PGTC terlebih dahulu harus melakukan sosialisasi kepada pedagang pasar tradisional dalam hal ini Pasar Tegalgubug, baik yang ada di los maupun kios,” papar Satori.

Dari sosialisasi tersebut, sambungnya, akan diketahui bagaimana respons para pedagang Pasar Tegalgubug. Secara bersamaan pemkab harus membuat berita acara persetujuan atau penolakan dari para pedagang.

“Kalau memang setuju dijelaskan, bikin berita acara tentang persetujuan pembangunan PGTC. Kalau tidak setuju ya jangan ditindaklanjuti lagi. Artinya supaya pasar tradisional tetap berjalan dan pedagang merasa nyaman,” kata politisi PKS asal Kabupaten Cirebon kepada cirebonplus.com.

Ia berpendapat, kedatangan investor harus yang menguntungkan masyarakat, bukan sebaliknya. Jangan sampai menarik investor ke Kabupaten Cirebon, tetapi masyarakat dirugikan.

“Kalau seperti itu tidak usah kita mencari investor sebanyak-banyaknya. Karena dampaknya ke masyarakat Kabupaten Cirebon bukan orang lain,” tegas Satori.

Disinggung terkait izin fatwa bupati terkait pembangunan PGTC, Satori mengatakan bahwa itu hanya pendapat. Tetapi untuk mengeluarkan fatwa harus dilihat bagaimana reaksi arus bawah.

Fatwa bupati bukanlah segalanya. Semuanya harus mengacu kepada nilai maanfaat yang bisa diberikan dari pembangunan PGTC.

“Buat apa investasi besar di Kabupaten Cirebon banyak menanamkan modal besar, tetapi tidak bisa mengurangi tingkat pengangguran. Jadi tidak ada artinya,” ujarnya. (*)

Laporan: Mahbullah

Related posts