kuping kiri

Pemotongan “Akbar” Hewan Kurban Bode Lor Jadi Rekreasi Tahunan Warga

Pemotongan “Akbar” Hewan Kurban Bode Lor Jadi Rekreasi Tahunan Warga

Cirebonplus.com (C+) – Informasi tentang banyaknya hewan kurban yang dipotong di Desa Bode Lor, Kecamatan Plumbon, Kabupaten Cirebon setiap perayaan Idul Adha, sudah diketahui masyarakat secara luas. Tak hanya masyarakat Plumbon, daerah lain di sekitarnya pun sudah mafhum.

Karena itu, banyak masyarakat dari berbagai desa datang menyaksikan langsung aksi pemotongan dan pengemasan hewan kurban di desa yang mayoritas masyarakatnya membuka usaha produksi kerajinan rotan dan kayu, kerai, busana muslim, dan lainnya. Pemotongan korban pun menjadi tontonan dan rekreasi warga di Hari Raya Idul Adha.

Untuk mengantisipasi keramaian, panitia kurban yang merupakan gabungan pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Mu’tamarul Huda, aparat Desa Bode Lor, dan perangkat RT/RW men-setting lokasi penyembelihan dan pengemasan sedemikian rupa. Panitia membuat pagar bambu mengelilingi halaman masjid, kambing dan sapi kurban dicangcang di setiap patok layaknya kandang kuda yang siap mengikuti pacuan.

Demikian pula dengan lokasi penjagalan. Dibuat menyerupai tenda bambu dengan puluhan tiang. Tiang-tiang tersebut dimanfaatkan untuk menggantung hewan yang telah selesai disembelih.

Lantaran harus dipotong dalam satu hari, puluhan tiang pun dipenuhi hewan dan seratusan orang petugas. Ramainya aktivitas pemotongan menjadi pemandangan tersendiri, seperti melihat perlombaan potong hewan.

Setiap satu hewan, ada dua petugas tetel. Masing-masing petugas didampingi satu “asisten” yang bertugas menampung potongan daging dan tulang. Setelah wadah penuh, sang asisten langsung membawa daging ke lokasi pengemasan.

Masyarakat juga disuguhi pemandangan unik tumpukan daging yang menggunung, karena semua daging yang dipotong ditumpuk dalam satu titik. Berikutnya, warga juga dapat menyaksikan proses pengemasan yang tak kalah menarik, sebab ada banyak timbangan dan petugas yang mengemas.

Nurhayati, ibu muda asal Desa Setu Wetan mengaku senang bisa melihat langsung aksi pemotongan hewan kurban. Ia juga membawa serta kedua anaknya yang juga merasa terhibur.

“Itung-itung rekreasi saja mas. Kebetulan suami saya orang dekat sini jadi tahu. Selain terhibur dengan keunikan pemotongan, saya juga ingin memberikan pemahaman kepada anak-anak tentang ibadah kurban,” papar Nurhayati yang dating bersama suami.

Senada disampaikan Wadiya. Pria asal Bode Sari tersebut tak hanya ingin menyaksikan keuningan kurban terbanyak, tetapi juga berharap bisa membawa daging untuk disate bersama teman-temannya.

“Setiap tahun, kalau mau antre sambil lihat pemotongan biasanya dapat bagian daging. Karena kan memang dagingnya banyak, buat warga Bode Lor saja lebih,” kata dia.

Ramaianya pengunjung di lokasi pemotongan kurban juga dimanfaatkan oleh masyarakat setempat untuk berjualan aneka makanan. Ada juga para penjual mainan yang dating dari berbagai daerah.

Seperti diberitakan sebelumnya, rekor pemotongan hewan kurban terbanyak tingkat Kabupaten Cirebon belum bergeser dari Desa Bode Lor.  Hampir satu dasawarsa, kekompakan warga desa ini dalam beribadah kurban setiap Hari Raya Idul Adha belum “terkalahkan”.

Idul Adha tahun ini yang jatuh pada hari Rabu (22/8), total hewan kurban yang siap disembelih mencapai 152 ekor. Rinciannya, sapi sebanyak 29 ekor dan kambing berbagai jenis 123 ekor.

Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Mu’tamarul Huda Desa Bode Lor, H Solihin Busyaeri kepada cirebonplus.com mengatakan, semua hewan kurban disembelih di Hari Raya Idul Adha. Dari hewan kurban sebanyak itu, menghasilkan sekitar 5 ton daging.

Solihin mengatakan, setelah dipotong daging yang layak didistribusikan kepada masyarakat dikemas dalam kantong plastik. Berat daging setiap kemasan 1 kg.

Apakah semua daging hanya untuk warga  Desa Bode Lor? Ternyata tidak. Menurut wakil ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon itu, bila hanya untuk masyarakat Bode Lor, pasti berlebih. Karena itu, masyarakat tetangga desa juga ikut kebagian.

Untuk di Desa Bode Lor, lanjut dia, jumlah kepala keluarga (KK) sebanyak 3.120, semuanya terbagi. Sisanya, untuk warga luar desa yang datang ke tempat pemotongan.

“Semua warga Desa Bode Lor kebagian. Mereka juga tidak perlu antre untuk mendapatkan daging. Pasalnya, tradisi kami, petugas yang akan mendistribusikannya dari rumah ke rumah,” ujar wakil ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Cirebon itu kepada cirebonplus.com.

Pantauan cirebonplus.com, semua hewan kurban ditempatkan di halaman Masjid Mu’tamarul Huda. Sedangkan pemotongannya dilakukan secara professional dan steril di samping balai desa. (*)

Laporan: Anshori

Related posts