kuping kiri

Pengolahan Sampah Sistem Incinerator Dianggap Solutif, Yuningsih: Lebih Efisien dan Bernilai Ekonomi

Pengolahan Sampah Sistem Incinerator Dianggap Solutif, Yuningsih: Lebih Efisien dan Bernilai Ekonomi

Cirebonplus.com (Ci+) – DPRD Kabupaten Cirebon makin yakin untuk merekomendasikan penggunaan teknologi incinerator dalam pengelolaan sampah. Keyakinan tersebut disampaikan usai Komisi III melihat langsung cara kerja dan efisiensi anggaran di Kabupaten Bandung menggunakan alat pembakar sampah itu.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hj Yuningsih MM kepada cirebonplus.com, Sabtu (29/4). Menurut dia, kunjungan dipimpin Ketua Komisi III Suherman bersama jajarannya, Jumat (28/4). Ikut mendampingi perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH)

Yuningsih memaparkan, kerja incinerator bisa mmbakar sampah 50 ton setiap harinya. Sebelum pembakaran ada pemilahan sampah terlebih dulu.

“Itu artinya pemulung masih bisa mengais rezeki dari pemilahan sampah yang belum dibakar. Di Bandung memang baru direalisasi tahun 2017 sistemnya masih kemitraan dengan masa uji coba selama tiga bulan,” papar Yuningsih menjelaskan hasil kunjungannya.

Lalu ke mana sisa proses pembakaran baik abu maupun cairannya? Yuningsih melanjutkan, hasil pembakaran semuanya bernilai guna dan bernilai ekonomi.

Abunya, sambung dia, bisa dijadikan batako, residunya bisa dijadikan pupuk. Karena alatnya masih kerjasama, sehingga bekas pembakarannya hak pemilik alat.

“Yang juga menarik adalah asapnya tidak menimbulkan dampak bagi masyarakat sekitar. Itu sudah melewati beberapa tahap kajian,” tambah anggota dewan yang mengantongi suara tertinggi di PKB itu.

Dikatakan, setelah DLH dan Komisi III melihat langsung alatnya, maka akan segera di-follow up. Terutama merencanakan rapat gabungan untuk menentukan pemakaian alat itu.

Ia berharap ditindaklanjuti secara cepat. Sehingga masalah sampah yang sempat menghebohkan bisa segera ada ada solusi.

“Kami optimis bisa direalisasikan. Apalagi sistemnya kemitraan atau kerjasama, sehingga biayanya tidak memberatkan,” kata anggota dewan daerah pemilihan (dapil) VII itu. (*)

Laporan: DK Priyansa

Related posts