kuping kiri

Pengumuman Rekomendasi PDIP Lewat Rakercabsus, Tunggu Saja!

Pengumuman Rekomendasi PDIP Lewat Rakercabsus, Tunggu Saja!

Cirebonplus.com (C+) – Para pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kabupaten Cirebon belum mau buka suara terkait beredarnya surat rekomendasi untuk H Sunjaya Purwadisastra dan H Imron sebagai calon bupati-wakil bupati Cirebon. Dengan alasan belum ada pengumuman resmi dari partai, mereka enggan berspekulasi lebih jauh.

Wakil Ketua I DPC PDIP, Asep Saefullah misalnya, enggan mengomentari beredarnya rekomendasi Sunjaya-Imron. Ia sendiri baru tahu pagi ini dari informasi yang beredar di media sosial (medsos).

“Saya belum tahu (kepastiannya) kang. (Saat) ini belum ada ada kabar. Jadi baru isu yang beredar saja,” kata mantan sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Cirebon itu kepada cirebonplus.com, Selasa (19/12).

Pihaknya akan menyampaikan ke publik bila sudah ada pengumuman resmi dari partai. Untuk pengumuman resmi rekomendasi PDI Perjuangan sendiri punya aturan main.

“Rekomendasi diumumkan lewat mekanisme Rapat Kerja Cabang Khusus (Rakercabsus) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon. Pelaksanaannya nanti saya kabari kang,” papar pria yang juga Tenaga Ahli Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kabupaten Cirebon itu.

Menurutnya, sore hari ini aka nada rapat. Bisa jadi pembahasannya seputar persiapan Pemilihan Bupati (Pilbup) Cirebon, termasuk kebenaran tentang turunnya rekomendasi.

“Nanti saya kabari kang. (Soal rekomendasi) nanti saja ya. Kita ngobrol sambil ngopi lah,” pungkasnya.

Sebelumnya, Selasa pagi (19/12), di sejumlah grup Whatsapp (WA) beredar surat berkop Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang berisi tentang rekomendasi calon bupati dan wakil bupati Cirebon untuk Pemilihan Bupati (Pilbup) 2018. Siapakah pasangan yang direkomendasi?

Dalam surat bernomor 3758/IN/DPP/XII/2017, sesuai dengan bunyi poin nomor 1, PDI Perjuangan merekomendasikan H Sunjaya Purwadisastra sebagai calon bupati dan H Imron menjadi pendampingnya sebagai calon wakil bupati. Keputusan tersebut diambil pada rapat internal DPP PDI Perjuangan pada tanggal 14 Desember.

Dalam poin 2 surat yang ditandatangani 18 Desember 2018 oleh Bambang DH selaku ketua dan Hasto Kristiyanto selaku sekretaris jenderal, DPP PDI Perjuangan menginstruksikan kepada DPC untuk mendaftarkan keduanya ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon.

Dalam poin 3, DPP PDI Perjuangan menginstruksikan kepada seluruh jajaran partai, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon bersama-sama dengan seluruh kader, aktivis, dan anggota partai untuk mengamankan, menjalankan, dan memperjuangkan terpilihnya pasangan Sunjaya-Imron menjadi bupati dan wakil bupati periode 2018-2023.

Dalam poin berikutnya, DPP PDI Perjuangan memberikan ancaman sanksi kepada internal partai yang mengindahkan keputusan tersebut. Terlebih kepada mereka yang melakukan aktivitas di luar batas kebijakan organisasi partai.

Bila surat tersebut benar, keputusan tersebut sesuai dengan keinginan calon bupati petahana, Sunjaya yang sejak awal ngotot ingin dipasangkan dengan kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Cirebon. (*)

Laporan: Mahbullah

Related posts