kuping kiri

Penyuap Bupati Cirebon Nonaktif Dituntut 1,5 Tahun, Ajuan Justice Collaborator Ditolak

Penyuap Bupati Cirebon Nonaktif Dituntut 1,5 Tahun, Ajuan Justice Collaborator Ditolak

Cirebonplus.com (C+) – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung kembali menggelar sidang kasus dugaan suap dengan terdakwa Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon, Gatot Rachmanto, Rabu (6/2). Agendanya, pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam tuntutannya Jaksa KPK, Iskandar Marwanto menuntut hukuman pidana selama 1,5 tahun untuk Gatot. Selain itu juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp100 juta subsider 4 bulan kurungan.

Lebih lanjut JPU menilai Gatot dianggap terbukti memberikan suap kepada Bupati Cirebon nonaktif, Sunjaya Purwadisastra. Gratifikasi tersebut berkaitan dengan jual beli jabatan dalam proses mutasi-promosi di lingkungan Pemkab Cirebon.

“Perbuatan suap itu sudah memenuhi unsur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang (UU) Pemberantasan Korupsi. Karena itu, menuntut supaya majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan dan menyatakan terdakwa Gatot Rachmanto terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” papar jaksa Iskandar membacakan tuntutan.

Dengan tuntutan itu, artinya jaksa menilai Gatot terbukti telah memberikan suap sebesar Rp100 juta kepada Sunjaya dengan harapan agar bisa menempati jabatan sebagai Sekretaris DPUPR Kabupaten Cirebon. Dalam aksinya, Gatot menyerahkan suap melalui ajudan Sunjaya atas nama Deni Syafrudin.

Dalam sidang juga terungkap, ternyata Gatot mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) untuk ikut serta mengungkap pengembangan kasus suap dalam proses mutasi jabatan. Namun sayang, KPK menolak keinginan Gatot tersebut dengan alasan tidak memenuhi syarat untuk dijadikan Justice Collaborator.

Untuk diketahui kasus ini terungkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK terhadap sejumlah orang, di antaranya Bupati nonaktif Sunjaya Purwadisastra dan Sekretaris DPUPR nonaktif Gatot Rachmanto. Namun berdasarkan pemeriksaan KPK hanya menetapkan keduanya sebagai tersangka.

Sejuah ini untuk memperdalam kasus tersebut, KPK telah memeriksa puluhan pejabat, pengusaha, honorer, dan lainnya. Pemeriksaan tidak hanya dilakukan di gedung KPK, tapi juga di Markas Polres (Mapolres) Cirebon Kota (Ciko) beberapa pekan lalu.

Dalam perkembangannya, baru Gatot Rachmanto yang berstatus terdakwa dan kasusnya telah disidangkan sebanyak dua kali. (Dewo/C+1)

Foto: Internet

Related posts