kuping kiri

Pergeseran Asep Dedi dari Sekda Kota Cirebon ke Inspektorat Bukan Punishment

Pergeseran Asep Dedi dari Sekda Kota Cirebon ke Inspektorat Bukan Punishment

Cirebonplus.com (C+) – Walikota Cirebon, Drs H Nashrudin Azis SH menegaskan bahwa pergeseran Sekretaris Daerah (Sekda) ke Inspektorat bukanlah hukuman atau penurunan jabatan. Mutasi itu merupakan hasil evaluasi berkala terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Pernyataan itu disampaikan Walikota Azis di sela-sela pelantikan, penempatan, pengangkatan, atau pemindahan Eselon II dan IV, serta pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon di ruang Adipura Kencana, Balaikota Cirebon, Rabu (17/7).

Menurutnya, pergeseran dilakukan setelah evaluasi rutin yang dilakukan terhadap kinerja ASN dalam kurun 5 tahun memegang jabatan tertentu. Dari hasil evaluasi yang dilakukan ternyata bakat serta kemampuan sekda sebelumnya ada di Inspektorat.

Terlebih dengan berbagai pengalaman yang dimiliki Asep Dedi, yang sudah menempati berbagai jabatan di lingkungan Pemda Kota Cirebon, Azis yakin mampu untuk mengemban amanah sebagai Inspektur Kota Cirebon.

Azis juga menilai, sebagai seorang sekda, Asep Dedi sudah menunjukkan kinerjanya yang maksimal. Karena itu, Azis kembali meminta agar pergeseran yang dilakukan hari ini tidak dianggap sebagai suatu hukuman. “Karena berdasarkan Undang-undang ASN, mereka termasuk pada jabatan tinggi pratama,” sambungnya.

Untuk mengisi kekosongan Sekda Kota Cirebon, Azis telah menunjuk Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Cirebon, H Anwar Sanusi SPd MSi sebagai Plt Sekda. “Karena saat ini beliau merupakan ASN dalam rumpun Pejabat Tinggi Pratama senior yang masih aktif,” ungkap Azis.

Selanjutnya, jabatan Sekda Kota Cirebon akan dilakukan open bidding bersamaan dengan pejabat eselon II lainnya yang saat ini kosong di sejumlah dinas. Azis mengaku telah memerintahkan pembuatan panitia seleksi (pansel) bulan ini juga, sehingga pada Agustus mendatang rotasi, mutasi dan promosi gelombang kedua bisa dilaksanakan.

Khusus untuk pansel sekda, terdiri dari 5 orang yang semuanya berasal dari luar dinas. Sedangkan untuk pansel eselon II lainnya juga terdiri dari 5 orang, namun sebanyak 3 orang dari pihak luar dan 2 orang lainnya dari pihak dalam. Untuk pihak luar terdiri dari akademisi dari sejumlah perguruan tinggi baik yang ada di Kota Cirebon maupun di Bandung.

Pada kesempatan yang sama, Azis juga meminta kepada setiap ASN untuk mampu mengendalikan hati dan mengontrol kalbu masing-masing. “Kendalikan kekecewaan dan kendalikan pula kegembiraan,” ungkap Azis.

Karena kekecewaan yang tidak dikendalikan justru bisa berubah menjadi angkara murka dan akan menjerumuskan kita ke dalam permasalahan-permasalahan lainnya. “Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini diridhoi Allah SWT,” tutur Azis. (Dewo/Ril)

Foto: Diskominfo Kota Cirebon

Related posts