kuping kiri

Permintaan Dukungan Pencalonan Gubernur Ridwan Kamil Dibayar Kontan Sejumlah Kiai di Wilayah III Cirebon

Permintaan Dukungan Pencalonan Gubernur Ridwan Kamil Dibayar Kontan Sejumlah Kiai di Wilayah III Cirebon

Cirebonplus.com (Ci+) – Tak mau menyia-nyiakan pertemuannya dengan para pimpinan pondok pesantren (pontren) di wilayah III Cirebon, H Ridwan Kamil langsung meminta restu dan dukungan untuk pencalonannya di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat. Tak disangka, secara mendadak para kiai pun langsung mendeklarasikan dukungannya.

Hal itu terungkap dalam acara pengukuhan pengurus Forum Pondok Pesantren Kabupaten Cirebon dan Silaturahmi Pimpinan Pondok Pesantren Sewilayah III Cirebon di NU Sumber, Kamis (26/5).

Sebelum meminta dukungan, walikota Bandung yang akrab disapa Kang Emil iyu menyampaikan bahwa kepemimpinanya di ibu kota Jawa Barat itu akan segera khatam (berakhir). Sejumlah program unggulan telah ia realisasikan bersama sang wakil walikota.

Pada Pilgub Jawa Barat yang akan digelar tahun 2018, Kang Emil mengaku ingin meningkatkan kapasitas pengabdiannya secara lebih luas dalam skala provinsi. Ia ingin berikhtiar membangun dan mejukan daerah-daerah di Jawa Barat.

“Alhamdulillah saya sudah dapat restu ibu. Waktu wacana pencalonan gubernur DKI Jakarta tidak direstui ibu, alasannya tanggung jawab di Bandung belum selesai,” ujar arsitek lulusan Amerika itu.

Di akhir sambutan Kang Emil menyampaikan permintaan restu kepada para kiai atau ulama di wilayah III Cirebon. Ia yakin dengan restu, doa, dan dukungan ini akan mempermudah langkahnya dalam ikhtiar memajukan Jawa Barat.

“Saya mohon doa restu dari para kiai. Kalau direstui, insya Allah langkah kami dimudahkan, amin,” tutur Kang Ridwan.

Begitu Kang Emil turun panggung, selang beberapa lama para kiai yang dipimpin langsung Ketua Forum Pondok Pesantren, KH Soleh Zuhdi berinisiatif mendeklarasikan dukungan. Mereka menyampaikan ikrar dukungan secara bersama-sama.

Usai acara KH Soleh Zuhdi mengatakan, dukungan terhadap Ridwan Kamil tentu berdasar. Selain karena kinerja dan prestasi yang telah terbukti, alasan lainnya adalah garis nasab Kang Emil yang memiliki keterikatan biologis dan ideologis dengan sesepuh Nahdlatul Ulama (NU).

“Kakek beliau adalah pimpinan pasukan Hizbullah Nahdlatul Ulama (NU) pada saat melawan penjajah asing. Ayah dan keluarga besarnya juga pengelola sejumlah pesantren. Kurang apa lgi?,” kata salahsatu pengasuh Buntet Pesantren itu. (*)

Laporan: Kalil Sadewo

Related posts