kuping kiri

Obituari: Pernah Jadi Sekdes 20 Tahun, Ason Sukses Naik Tangga Menuju Wakil Bupati Cirebon

Obituari: Pernah Jadi Sekdes 20 Tahun, Ason Sukses Naik Tangga Menuju Wakil Bupati Cirebon

Cirebonplus.com (C+) – Tokoh Cirebon, H Ason Sukasa SmHk berpulang. Mantan wakil bupati Cirebon itu meninggalkan banyak kenangan bagi banyak orang. Perjuangan dan pencapaian hidupnya juga patut dicontoh.

Data yang dihimpun cirebonplus.com, latar belakang pendidikannya dimulai dari Sekolah Rakyat (SR) hingga kuliah di Fakultas Hukum dan mendapatkan predikat sarjana muda hukum yang disingkat SmHk. Kabarnya, ia mulai aktif masuk dunia organisasi sejak menempuh pendidikan.

Wajar bila Ason bisa menduduki posisi strategis di kemudian hari, baik organisasi maupun jabatan mentereng di eksekutif dan legislatif. Pasalnya, proses demi prosesnya ia jalani dengan istiqomah, terutama kiprahnya di sejumlah organisasi sejak usia muda.

Ia aktif di organisasi-organisasi kepemudaan seperti KNPI, AMS, hingga AMPI. Ia juga menapaki karir organisasi Partai Golkar dari bawah sejak Orde Baru, mulai dari tingkat ranting hingga daerah.

Ia juga pernah aktif di SOKSI, beberapa kali masuk struktur DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon. Puncaknya, ia menjabat sebagai pimpinan tertinggi partai berlambang pohon beringin itu sebagai ketua DPD.

Ason juga pernah memimpin organisasi pemberantasan narkoba dengan menjabat ketua Badan Narkotika Kabupaten Cirebon. Juga pernah memimpin delegasi Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Cirebon untuk berkompetisi dengan daerah lain.

Semua jabatan strategis tidak didapat Ason dengan cuma-cuma atau tanpa cucuran keringat. Ia merangkai mimpinya untuk menjadi pemimpin daerah dimulai dari aktif sebagai perangkat Desa Gegesik Kidul, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon medio 1968-1971.

Kerjanya     dianggap bagus, Ason naik jabatan menduduki posisi juru tulis atau sekretaris desa Pemerintah Desa Gegesik Kidul, Kecamatan Gegesik. Ia istiqomah dan penuh kesabaran mengawal desa selama dua puluh tahun dari 1972 hingga 1992.

Pengabdiannya di desa kelahiran dirasa cukup, pria humoris itu berhasil terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Cirebon pada tahun 1992 hingga 1997. Ia melanjutkan jabatan tersebut di awal reformasi selama dua tahun 1997-1999.

Dianggap masih dibutuhkan masyarakat untuk memperjuangkan aspirasi di parlemen, saat Pemilihan Umum (Pemilu) pertama pasca peralihan Orde Baru ke Reformasi, Ason kembali dipercaya mengemban amanat sebagai anggota DPRD Kabupaten Cirebon Periode 1999-2004.

Tahun-tahun berikutnya, adalah fase kematangan Ason dalam bidang politik. Selain berhasil menduduki jabatan ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Cirebon, dalam Pemilu 2004 ia kembali terpilih dalam pemilihan langsung dan perolehan suara Golkar masuk tiga besar, sehingga berhak mendapatkan jatah wakil ketua DPRD.

Sebagai pimpinan tertinggi partai kala itu, Ason tentu layak menduduki kursi tersebut. Tak sampai tuntas lima tahun, pria yang sering berperan mencairkan suasana itu diajak Bupati Petahana kala itu, H Dedi Supardi untuk mendampinginya maju dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) 2018.

Banyak yang tidak menyangka nama Ason akan dipilih almarhum Bupati Dedi. Namun banyak pula yang meyakini hal itu sebagai aksi balas budi terhadap jasa Ason dalam karir politik almarhum Dedi.

Pilbup berlangsung dan pasangan yang menggunakan slogan nama DESA itu mendapatkan suara terbanyak dan menang mutlak. Ason pun naik “tahta” dan memimpin Kabupaten Cirebon bersama politisi ulung almarhum Dedi Supardi.

Pascahabis masa jabatan, pada Pilbup 2013 Ason juga pernah berikhtiar maju sebagai calon bupati yang diusung Partai Golkar dan PKS. Ia berpasangan dengan kader PKS, Elang Kusnandar. Namun sayang perjuangannya kandas karena persaingan dimenangkan pasangan calon dari PDIP, H Sunjaya Purwadisastra dan H Tasiya Soemadi Algotas.

Selamat Jalan H Ason Sukasa. Atas baktimu untuk daerah, semoga ditempatkan bersama orang-orang yang dicintai Allah SWT. (*)

Laporan: Mahbullah

Related posts