kuping kiri

Petahana Bisa Kalah di Pilbup Cirebon bila Ini Dilakukan, Mungkinkah?

Petahana Bisa Kalah di Pilbup Cirebon bila Ini Dilakukan, Mungkinkah?

Cirebonplus.com (C+) – Meskipun belum ada pengumuman resmi DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cirebon tentang rekomendasi DPP untuk calon bupati dan wakil bupati, namun banyak yang meyakini keaslian surat tersebut. Bagaimana konstalasi pasca beredarnya surat rekomendasi itu?

Pengamat politik dan kebijakan publik, H Abdul Muiz Syaerozi MA melihat, gencarnya informasi rekomendasi PDI Perjuangan untuk calon bupati cirebon periode 2018-2022 yang jatuh ke tangan petahana, memaksa para bakal calon lain untuk berpikir ekstra. Pasalnya, sebagai petahana Bupati Cirebon, H Sunjaya Purwadi berpeluang besar untuk mencapai kemenangan di pertarungan pilkada kab. Cirebon 2018 nanti.

Ketua Pengurus Cabang (PC) Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Cirebon itu menyatakan, sebagai politisi ulung, petahana sepertinya mampu membaca arah angin para pesaingnya di partai politik. “Ia juga mampu nembangun rasa simpatik masyarakat dalam waktu yang begitu pendek,” ujarnya kepada cirebonplus.com, Kamis (21/12).

Dalam pandangannya, kepiawaian Sunjaya dalam berpolitik memungkinkannya bisa kembali menjadi bupati Cirebon untuk kedua kalinya. Satu-satunya yang memungkinkan untuk menghambat kemenangan Sunjaya, menurut Muiz adalah koalisi rakyat.

Koalisi yang dimaksud, tidak hanya melibatkan partai politik minus PDIP. Semua komponen mengajak komponen masyarakat seperti ormas, LSM, tokoh masyarakat, dan gerakan kepemudaan untuk bergabung.

Untuk menyatukan komponen politik, Muiz justru pesimis. Ia melihat watak para elit partai politik yang tak mau duduk bersama, dan cenderung mencari posisi aman, akan menumpulkan terwujudnya koalisi rakyat.

“Akan lebih menarik bila seluruh pimpinan partai politik duduk bersama dan menghadirkan tokoh yang dianggap netral untuk menjadi penengah terwujudnya koalisi rakyat. (*)

Laporan: Iklima

Related posts