kuping kiri

PGTC Bergeliat Lagi, Ribuan Warga Tegalgubug Marah, Desak Satpol PP Segera Bertindak

PGTC Bergeliat Lagi, Ribuan Warga Tegalgubug Marah, Desak Satpol PP Segera Bertindak

Cirebonplus.com (C+) – Ribuan warga Desa Tegalgubug dan Tegalgubug Lor, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon meluruk kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Senin (5/3). Mereka mengendarai seribuan sepeda motor, mobil bak terbuka, angkutan umum, dan mobil pribadi.

Bergerak dari Tegalgubug sekitar pukul 09.30, massa sampai di lingkungan kantor bupati sekitar pukul 10.30. Mereka mengenakan berbagai atribut Aliansi Masyarakat Tegalgubug Bersatu (AMTB) mulai dari kaos, syal, hingga bendera warna-warni.

Aparat kepolisian yang berjaga di dalam kantor bupati sempat terkecoh. Pasalnya, sasaran pengunjuk rasa ternyata bukan kantor bupati, tetapi kantor Satpol PP.

Sesampainya di kantor Satpol PP, massa langsung menyanyikan mars Ya Lal Wathan, lagu nasionalisme cinta Tanah Air yang sering dinyanyikan warga Nahdlatul Ulama (NU) dalam berbagai momen. Diiringi paduan tetabuhan tradisional khas obrog, musik yang dibawakan mampu membakar semangat para pendemo yang mayoritas terdiri dari para pemuda dan sebagian pemudi.

Usai lagu-lagu pembakar, mobil komando yang berhenti di sebelah selatan pintu masuk kantor Satpol PP pun langsung bergema orasi dari perwakilan tokoh pemuda dan masyarakat Tegalgubug. Orasi makin kencang setelah beberapa perwakilan pengunjuk rasa membakar ban bekas.

“Pengembang Pasar Grosir Tegalgubug Cirebon (PGTC) telah melecehkan masyarakat Tegalgubug dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cirebon. Meski telah dicabut izin fatwanya, tanpa rasa takut melakukan aktivitas,” kata orator yang disambut teriakan pengunjuk rasa lainnya.

Pihaknya menantang Satpol PP untuk bertindak menertibkan berbagai atribut yang ada di lokasi. Jika tidak segera diturunkan, ia khawatir ada anarkisme dari masyarakat.

Sebagai masyarakat yang taat hukum, pihaknya menyerahkan masalah tersebut kepada Pemkab Cirebon dalam hal ini Satpol PP. “Karena kami taat hukum, maka kami mempercayakan sepenuhnya kepada Satpol PP untuk mengambil tindakan,” tegas dia.

Di tengah orasi, negosiator dari AMTB berdiskusi dengan perwakilan Satpol PP dan aparat kepolisian. Disepakatilah 15 perwakilan dari pengunjuk rasa untuk berdiskusi dengan kepala Satpol PP di ruang kerjanya.

Beberapa menit audiensi, sejumlah perwakilan tokoh Tegalgubug mulai dari ulama, tokoh muda, tokoh masyarakat, aparatur desa, dan pedagang keluar bersama Kepala Satpol PP Kabupaten Cirebon, H Adi Setiadi. Mereka langsung menemui para pengunjuk rasa untuk menjelaskan hasil pertemuan.

“Mohon beri jalan agar kepala Satpol PP bisa menyampaikan langsung apa hasil pertemuannya. Kami menginginkan penertiban berbagai atribut PGTC di lokasi pembangunan, harga mati. Kita antar dengan hormat hari ini juga agar Satpol PP menurunkannya,” kata Koordinator Lapangan (Korlap) Mukhlisin.

Tanpa panjang lebar, di hadapan pengunjuk rasa Kepala Satpol PP Adi Setiadi menyatakan kesiapannya untuk menertibkan berbagai atribut yang ada di lokasi pembangunan PGTC. Tetapi ia berharap masyarakat tertib, tidak ada aksi-aksi yang tidak diinginkan.

“Kami akan datang ke sana untuk menertibkan. Kami mohon masyarakat Tegalgubug tetap menjaga kondusivitas,” ungkapnya.

Setelah mendapatkan jawaban, massa yang memenuhi jalan di depan kantor Satpol PP akhirnya membubarkan diri. Tidak pulang, mereka menunggu untum mengantar aparat Satpol PP ke lokasi PGTC. (*)

Laporan: Mahbullah

Related posts