kuping kiri

Polling Tembus 1.250 Voters, Ini Wabup Cirebon Pilihan Netizen hingga Sore Ini

Polling Tembus 1.250 Voters, Ini Wabup Cirebon Pilihan Netizen hingga Sore Ini

Cirebonplus.com (C+) – Netizen media sosial (medsos) memang kreatif, termasuk terkait dengan isu-isu politik. Wacana pemilihan wakil bupati Cirebon pun tak luput dari perhatian mereka.

Salahsatu netizen Rabu (12/6) pukul 18.08 membuat polling berjudul Wakil Bupati Pilihan Netizen via pollingkita.com yang di-share ke berbagai medsos mulai dari grup WhatsApp (WA) hingga Facebook. Baru sehari atau Kamis (13/6) sekitar pukul 17.00, jumlah voters sudah mencapai 1.250 lebih.

Pantauan Cirebonplus.com dari jam ke jam, perolehan “suara” 10 nama yang ada di polling tersebut dinamis. Sekitar satu jam pertama pasca share, beberapa nama nangkring di posisi tiga besar seperti H Tarmadi, Hj Selly A Gantina, dan Hj Yuningsih.

Namun, mendekati tengah malam, nama dr Qoyyim MARS menyodok di urutan pertama. Dua nama lainnya yang mengalami kenaikan dengan margin persentase besar adalah H Mustofa dan H Ade Dahwani.

Keesokan harinya, saat membuka website pollingkita.com, perolehan suara makin dinamis. Terutama nama H Mustofa yang satu per satu menyalip nama lainnya dan saat dipantau pada pukul 17.00, ia sudah nangkring di urutan kedua, yang sebelumnya sejak awal didominasi H Tarmadi.

Pantauan Cirebonplus.com pada pukul 17.16, voters telah mencapai 1.267 netizen. Posisi pertama dr H Qoyyim masih kokoh di puncak dengan perolehan 610 suara (48,1%), kedua ada nama H Mustofa 252 voters (19,9%), di posisi ketiga H Tarmadi 148 voters (11,7%), keempat Hj Selly A Gantina dengan 97 suara (7,7%), kelima H Ade Dahwani 55 suara (4,3%), dan Hj Yuningsih 33 suara (2,6%). Sisanya untuk urutan keenam hingga kesepuluh antara lain Hamzah Hariri, Aan Setiawan, Hj Wahyu Tjiptaning, dan Arjaya Mangkunegara.

Untuk diketahui bahwa beberapa nama di atas memang merupakan orang-orang yang ditokohkan di Kabupaten Cirebon. Latar belakangnya berbeda-beda, mulai dari politisi, profesional, pengusaha hingga aktivis pesantren.

Nama dr H Qoyyim misalnya, merupakan profesional yang pernah menjabat posisi strategis di pemerintahan seperti kepala Dinas Kesehatan dan direktur di beberapa rumah sakit yakni RSUD Arjawinangun dan saat ini direktur di RS Mitra Plumbon. Berikutnya, H Tarmadi adalah pengusaha tambak yang tersebar di berbagai daerah, kader PDIP, dan mantan anggota DPRD Kabupaten Cirebon.

Hj Selly A Gantina adalah mantan wakil bupati Cirebon yang dalam Pemilu 2019 lalu berhasil mendapatkan jatah satu kursi untuk DPR RI dari daerah pemilihan Cirebon dan Indramayu. Sedangkan Hj Yuningsih merupakan politisi PKB yang saat ini duduk sebagai wakil ketua DPRD Kabupaten Cirebon dan terpilih sebagai anggota DPRD Jawa Barat dalam Pemilu 2019 lalu.

Nama H Mustofa bukanlah sosok asing, ia adalah ketua DPC PDI Perjuangan yang saat ini duduk sebagai ketua DPRD Kabupaten Cirebon dan kembali terpilih sebagai wakil rakyat dari dapil II yang meliputi Jamblang, Depok, Klangenan, Palimanan, Gempol serta Ciwaringin. Lalu siapakah H Ade Dahwani? Pengusaha alat berat ini memang belum banyak muncul di publik, tetapi ia terlibat dalam berbagai aktivitas sosial dan memiliki jabatan sebagai ketua DPC Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Cirebon.

Hamzah Hariri merupakan aktivis pesantren, ketua GNPK, dan pernah mendaftarkan diri sebagai calon bupati lewat jalur independen, namun persyaratan dukungannya dianggap kurang oleh KPU. Ada juga nama Aan Setiawan, politisi senior PDI Perjuangan yang saat ini duduk sebagai anggota DPRD dan terpilih kembali dalam Pemilu 2019 lalu.

Sementara itu nama Hj Wahyu Tjiptaning juga ternyata mendapatkan vote dari netizen. Ia adalah istri dari Bupati Cirebon nonaktif H Sunjaya Purwadisastra. Untuk nama terakhir ada Arjaya Mangkunegara, mantan ketua DPC PDI Perjuangan yang pernah duduk sebagai wakil rakyat dan saat ini sedang fokus menggeluti profesinya sebagai pengusaha.

Di beberapa grup WhatsApp, polling ini banyak dikritik. Pasalnya, untuk posisi wakil bupati Cirebon dalam mekanisme aturannya merupakan hak PDI Perjuangan sebagai partai pengusung.

Karena alasan itulah, netizen menyarankan agar nama-nama yang dimunculkan adalah tokoh-tokoh Partai Banteng atau mereka yang pernah mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati atau wakil bupati lewat partai tersebut. Nama-nama yang dimaksud selain H Mustofa, Aan Setiawan, H Tarmadi, Hj Selly A Gantina, Arjaya Mangkunegara, dan dr H Qoyyim, juga mencantumkan nama H Anwar Asmali, HM Ujang Busthomi, H Sutrija, dan lainnya. (Dewo)

Related posts