kuping kiri

PSW/PSGA Seluruh Indonesia Bahas Desain Riset Ulama Perempuan di Cirebon

PSW/PSGA Seluruh Indonesia Bahas Desain Riset Ulama Perempuan di Cirebon

Cirebonplus.Com (Ci+) – Untuk menyemarakkan perhelatan Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) di Pesantren Kebon Jambu, Babakan, Ciwaringin, Cirebon pada 26-28 April 2017, sejumlah lembaga menyelenggarakan berbagai kegiatan pendukung. Salahsatunya forum yang diselenggarakan Pusat Studi Wanita (PSW)/Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) se-Indonesia di Hotel Batiqa Cirebon pada 24-25 April 2017.

Fasilitator kegiatan tersebut adalah Subdit Penelitian dan Pengabdian Direktorat PTKI Kemenag RI. Desain kegiatan itu dalam bentuk Focussed Group Discussion (FGD) penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kasubdit Penelitian dan Pengabdian Direktorat PTKI Kemenag RI, Dr M Zain berharap kegiatan akademik tersebut memberi manfaat. Tidak hanya bagi dunia perguruan tinggi keagamaan Islam, tetapi juga proses dalam penyelenggaraan KUPI.

Salahsatu narasumber kegiatan, Dr Hj Maria Ulfah menjelaskan. Menurutnya, peran penting gerakan PSW/PSGA adalah menyatukan persepsi bahwa ulama perempuan Indonesia juga harus peduli pada perlindungan anak, selain gender mainstreaming di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).

Senada disampaikan Dr KH Faqihuddin Abdul Kadir Lc MA. Baginya, kehadiran KUPI sekaligus juga diharapkan ada rekognisi dan apresiasi pada ulama perempuan Indonesia.

“Oleh karena itu, terkait dengan desain risetnya, semestinya PSW/PSGA di PTKI harus mampu mengemukakan, menjelaskan, dan menemukan ulama perempuan Indonesia, baik karya-karya dalam bidang hadis, fiqih, tafsir, dan lainnya.

Saat sesi dialog bersama para peserta yang terdiri dari akademisi perempuan dan lelaki itu, Kang Faqih, sapaan akrabnya, berharap dengan adanya FGD terdapat isu/topik bersama di PTKIN untuk riset berbasis analisis gender dalam kajian Islam yang moderat, sesuai dengan situasi sosial dan kebudayaannya.

Mahrus eL-Mawa sebagai pemandu acara tersebut merasakan pentingnya kegiatan FGD. Terutama bagi sumbangsih PSW/PSGA dalam konteks penguatan ulama perempuan Indonesia pada acara KUPI.

“Para aktivis PSW/PSGA PTKIN juga dapat belajar dengan para peserta KUPI lainnya, yang mempunyai keragaman pendapat dan pengalaman dalam tradisi Islam,” pungkasnya.

Laporan: DK Priyansa

Related posts