kuping kiri

Puasa Ramadhan yang Menyehatkan dan Spirit bagi Peningkatan Etos Kinerja

Puasa Ramadhan yang Menyehatkan dan Spirit bagi Peningkatan Etos Kinerja

Catatan: Hj Yuningsih MM

Fasting is the ladies best beautifier, it brings grace, charm and poise, it normalizes female function and reshapes the body contour. (Alvenia M Fulton)

Konklusi (kesimpulan) pakar nutrisi dari Amerika Serikat itu isinya kurang lebih menjelaskan bahwa puasa adalah cara terbaik bagi wanita untuk memperindah dan mempercantik tubuhnya, karena puasa menghasilkan kelembutan, keluwesan dan pesona, juga normalisasi fungsi-fungsi kewanitaan, serta membentuk kembali lekuk-lekuk tubuh. Sederhananya, puasa itu menyehatkan.

Jauh sebelum Alvenia M Fulton, 14 abad lalu Rasulullah telah menegaskan manfaat puasa bagi kesehatan. “Shuumuu Tashihhuu” yang artinya berpuasalah kamu, maka kamu akan sehat.

Tak hanya Alviena, dokter dari berbagai negara termasuk Indonesia juga menyimpulkan hal yang sama dalam penelitiannya. Dalam berbagai kasus medis berdasarkan ilmu kedokteran yang mutakhir, merekomendasikan individu yang berusia lanjut, wajib berpuasa sehari setiap minggu, atau seminggu setiap bulan, dan yang paling baik adalah sebulan setiap tahun.

Ahli dari Indonesia, Wahjoetomo dan A Najib juga telah menyimpulkan bahwa puasa sangat bermanfaat bagi peningkatan kesehatan jasmaniyah. Rasionalisasi ilmiahnya, saat berpuasa dalam tubuh terjadi pengurangan jumlah makanan yang masuk. Kondisi tersebut membuat kerja organ tubuh di dalamnya seperti hati, lambung, ginjal, dan lainnya tentu berkurang. Sehingga, proses metabolisme dalam ruang pencernaan beristirahat dalam beberapa jam. Dalam ilmu medis, istirahatnya metabolisme akan menjamin normalnya efektivitas fungsional organ. Pasalnya, tidak hanya mengistirahatkan metabolisme, tapi juga memberikan kesempatan kepada otot dan jantung untuk memperbaiki vitalitas dan kekuatan selnya.

Kesimpulan ilmu kedokteran tersebut sesuai dengan syariat berpuasa dalam Islam yang mewajibkan umatnya berpuasa satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Ini artinya, pernyataan Rasulullah tersebut bukan isapan jempol belaka, tetapi kini telah menjadi rujukan medis baik untuk kesehatan maupun proses penyembuhan.

Sehat yang dimaksud Rasulullah tentu tidaknya secara rohaninya atau psikis, tetapi juga fisik atau jasmaniyahnya. Kesehatan dua unsur kesehatan dari manfaat puasa tersebut menyiratkan pesan bahwa dalam kondisi puasa, kita harus tetap memiliki etos kerja yang baik seperti hari-hari di luar Ramadhan. Puasa bukan berarti harus bermalas-malasan.

Lebih dari itu, hendaknya dengan berpuasa bisa meningkatkan etos kerja. Sehingga kualitas kerjanya lebih baik dibanding sebelum Ramadhan. Pasalnya, Allah SWT telah menjanjikan limpahan pahala, rahmat, dan berkah bagi umat Islam yang melakukan kebaikan atau ibadah di bulan Ramadhan. Sebagaimana diketahui bahwa bekerja mencari nafkah bagi keluarga adalah ibadah.

Selain meningkatkan etos kerja, bulan Ramadhan menjadi momen yang tepat untuk muhasabah diri. Allah SWT telah membuka pintu ampunan seluas-luasnya di bulan Ramadhan, karena itu sangat tepat bila di bulan ini kita melakukan evaluasi menyeluruh atas segala perbuatan yang telah dilakukan. Yang baik ditingkatkan dan yang buruk tidak diulang. Kesadaran atas kesalahan dan kekurangan diri menjadi kunci utama untuk meningkatkan kualitas ibadah dan kerja untuk bulan-bulan setelah Ramadhan. (*)

Penulis Adalah Pengurus Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Cirebon dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon

Related posts