kuping kiri

Ramadan, Siswa SDIT Al Rahmah Gebang Belajar ala Pesantren

Ramadan, Siswa SDIT Al Rahmah Gebang Belajar ala Pesantren

Cirebonplus.com (C+) – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Rahmah, lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan An Nahdliyyah Indonesia Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon mengadakan pesantren Ramadhan. Agenda bertajuk Ramadhan Indahnya Menjadi Santri (RIMS) yang digelar sejak Senin (28/5), disambut antusias para siswa.

Dalam kegiatan ini para siswa berpakaian layaknya santri. Laki-laki memakai sarung dan peci, sedangkan perempuan berbusana muslimah.

Kegiatannya pun dikemas seperti kehidupan para santri di pondok pesantren. Meskipun tidak persis sama, minimal beberapa cara penyajian mirip seperti di pesantren.

Penanggung jawab kegiatan, Abdul Barih SPdI menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dilaksanakan setiap Ramadan. Namun, untuk tahun ini sengaja diberi nama Ramadhan Indahnya Menjadi Santri agar memberikan daya tarik bagi siswa untuk menjadi santri.

“Kami juga sekaligus mengenalkan nilai-nilai kepesantrenan. Karena dilihat dari tujuan adanya kegiatan pesantren Ramdan itu sendiri untuk meningkatkan pendidikan karakter siswa agar berbudi luhur,” ujar Barih.

Ketika para siswa mendengar kalimat santri, sambungnya, pasti yang ada di pikiran mereka adalah mereka yang mempunyai akhlak dan budi pekerti yang baik. Sehingga secara tidak langsung akan memengaruhi pola pikir mereka dalam mengubah karakter kepribadiannya.

Kegiatan itu diawali dengan bacaan-bacaan salat, surat-surat pendek, dan dilanjut pengajian kitab ala pesantren. Setelah itu sebelum pulang anak-anak diajak melaksanakan salat duha terlebih dahulu.

Dikatakan, pengajian yang disampaikan tidak hanya berkaitan dengan akhlak. Dalam rangka mencegah paham radikalisme, santri juga dijelaskan tentang bahayanya.

“Sengaja kami ajarkan mereka agar saling bertoleransi, memiliki rasa kasih sayang antar sesama dan bahwa Islam itu indah, dengan mengajarkan kasih sayang bukan kekerasan. Harapannya semoga dengan mengikuti kegiatan tersebut mereka bisa mempraktikkan karakter yang baik,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan An Nahdliyyah Indonesia, Wasrun SS mengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan SDIT Al Rahmah yang menginovasi pembelajaran seperti  suasana pondok pesantren. Ia senang melihat anak-anak SDIT Al Rahamah pakai sarung, sandal, dan busana muslim yang tampak berbeda dari biasanya.

“Tidak kalah dengan santri Pondok Pesantren An Nahdliyyah yang sudah ada. Semoga anak-anak termotivasi untuk benar-benar menjadi santri dan bisa meniru akhlak para ulama,” kata dia. (*)

Laporan: Al Fajri

Related posts