kuping kiri

Rehabilitasi Tajug Pascabanjir Libatkan Puluhan Relawan LTM-NU dan LPBI-NU

Rehabilitasi Tajug Pascabanjir Libatkan Puluhan Relawan LTM-NU dan LPBI-NU

Cirebonplus.com (C+) – Puluhan kader muda Nahdlatul Ulama (NU) ambil bagian dalam program Rehabilitasi Tajug Pascabanjir (Hati Tajir) yang digagas Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon. Mereka tergabung dalam Relawan Tanggap Bencana (Renggana) Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI-NU) dan Relawan Peduli Tajug (Rapelita) Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTM-NU).

Renggana di bawah binaan mantan Komandan Satkorcab Banser Kabupaten Cirebon, H Muhari dan Rapelita di bawah komando Kuwu Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Dudi Suhaedi. Mereka bahu membahu menyukseskan kegiatan Hati Tajir, mulai dari pengecatan hingga bersih-bersih mushola (tajug) yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Ciledug dan Pasaleman.

Kepada cirebonplus.com, H Muhari mengatakan, Renggana selalu siap untuk terjun langsung meringankan beban masyarakat terdampak banjir, khususnya daerah-daerah wilayah timur Cirebon yang baru saja surut dari bencana banjir. Hati Tajir dianggap sebagai program paling tepat, sebagai bentuk benah-benah atau memperbaiki kembali kondisi tempat ibadah masyarakat.

Sebelumnya, pada saat banjir melanda, pihaknya bersama para relawan di bawah bendera LPBI-NU membuka Posko Peduli Korban Bencana di antaranya di tapal batas Cirebon-Brebes. “Alhamdulillah respons masyarakat positif,” tutur pria yang pernah menjabat Komandan Satkorwil Banser Provinsi Jawa Barat itu.

Senada disampaikan Dudi Suhaedi. Menurutnya, relawan Rapelita LTM-NU mayoritas berasal dari wilayah timur Cirebon yang terpanggil berkhidmah di NU.

Ia melihat, saat ini PCNU Kabupaten Cirebon telah menunjukkan perhatian yang besar terhadap persoalan dan kebutuhan umat atau masyarakat. Inilah yang memberikan motivasi yang besar bagi warga NU untuk bersama-sama berkhidmat.

Informasi yang dihimpun cirebonplus.com, tahap pertama program Hati Tajir menyasar sekitar 20 tajug yang ada di Kecamatan Ciledug dan Pasaleman yang merupakan daerah terdampak paling parah. Bentuk kegiatannya, pengecatan tajug, bersih-bersih mushola, perbaikan pompa air dan pengeras suara masjid-mushola, serta wakaf Alquran. (*)

Laporan: El Fajri

Related posts