kuping kiri

Ribuan Jamaah Asysyahadatain Demo BPN, Tuntut Hak Tanah Wakaf Citemu

Ribuan Jamaah Asysyahadatain Demo BPN, Tuntut Hak Tanah Wakaf Citemu

Cirebonplus.com (C+) – Kantor Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Cirebon didemo ribuan massa jamaah Asysyahadatain. Mereka memakai pakaian serba putih lengkap dengan sorban.

Sebagian massa membentangkan spanduk bertuliskan Selamatkan Tanah Masjid Asysyahadatain, Senin (18/3). Aksi damai massa yang mengatasnamakan diri Gerakan Dukungan Tanah Wakaf Masjid Asysyahadatain (Garda Tawajah) yang dipimpin oleh Habib Ali Ausath bin Yahya.

Jamaah Asysyahadatain menuntut tanah wakaf  seluas 7.495 m2. Pasalnya tanah tersebut telah dibangun masjid berukuran sekitar 450 m2 merupakan wakaf dari Dasam, warga Desa Citemu sejak tahun 1960 lalu.

Asysyahadatain meminta pihak terkait menelaah dan meneliti kembali riwayat tanah wakaf tersebut dan tanah lainnya milik warga Desa Citemu yang diklaim oleh Beng Siswanto (BS). Bukan hanya itu, demonstran juga menuntut oknum yang terlibat dalam persekongkolan yang membuat tanah wakaf Asysyahadatain menjadi sengketa, segera diadili.

Massa meminta pihak terkait termasuk pejabat pemerintah berperan aktif menyelesaikan sengketa tanah wakaf tersebut dan menindaklanjutinya dengan penyelesaian secara menyeluruh terhadap carut marutnya pertanahan di desa Citemu, paling lambat satu minggu setelah aksi tersebut.

Pimpinan Garda Tawajah, Habib Ali Ausath bin Yahya menjelaskan, dari total tanah wakaf Asysyahafatain seluas 7.495 m2 itu, tanah wakaf seluas 5.090 m2 diserobot oleh BS. Padahal, tanah wakaf tersebut sudah bersertifikat sejak tahun 2012.

“Tanah wakaf itu merupakan wakaf dari Pak Dasam warga Citemu. Ikrar wakafnya sendiri dilakukan pada tahun 1965, namun pengurusan sertifikat secara resmi diselesaikan pada tahun 2012. Dan di atas tanah wakaf itu berdiri masjid berukuran sekitar 450 m2,” jelas Ali Ausath.

Tanah Asysyahadatain menjadi sengketa berawal dari BS yang melaporkan warga Citemu pemilik tanahnya sendiri ke Polresta Cirebon. Akibat dari laporan tersebut, pada 15 Januari 2019, pihak ATR/BPN Kabupaten Cirebon kemudian melakukan pengukuran tanah.

Namun, pengukuran itu merambah ke tanah wakaf Asysyahadatain. Sehingga, tanah wakaf seluas 5.090 m2 tersebut turut diklaim sebagai milik BS yang mengaku sebagai ahli waris MS.

“Tanah wakaf kami dan tanah di sekitar masjid atas nama Abdurahman (ahli waris almarhum Dasam) sudah bersertifikat wakaf dengan Nomor 426/Citemu, SHM Nomor 349/Citemu. Parahnya lagi tanah milik Abdurahman dan anak-anaknya yang sudah bersertifikat ikut diukur,” papar Ali.

Humas ATR/BPN kantor Kabupaten Cirebon, Ispriyadi Hantara mengatakan, hasil floting yang dilakukan pihaknya diketahui Masjid Asysyahadatain berada di luar tanah yang disengketakan. Tanah Asysyahadatain itu merupakan wakaf dari Abdurahman yang salahsatu nadzirnya adalah Ali Ausat.

Hasil rekonstruksi diketahui tanah wakaf yang berada di Nomor 426 itu tumpang tindih dengan tanah hak milik Nomor 80 atas nama Dudi Surjanto.

“Melihat hasil rekonstruksi kemudian kami, BPN melakukan pendekatan dengan ahli waris Dudi Surjanto agar mau melepaskan tanah seluas 5.090 m2 kepada negara. Dan pada pertemuan (audiensi) pertama di Polresta, secara pribadi kuasa dari ahli waris BS sudah menyatakannya kepada Ali Ausath dan audiens,” paparnya.

Pihaknya ingin menegaskan bahwa tanah dengan SHM 426 SHM 349 dan SHM 351 Citemu, masih mempunyai kekuatan hukum sepanjang belum ada putusan Pengadilan yang menyatakan sebaliknya. Karena SHM-SHM tersebut merupakan produk BPN dan belum diuji di Pengadilan terkait salah prosedurnya atau kecacatan hukumnya.

Yang tercatat dalam tanah wakaf seluas 5.090 m2 itu wakifnya adalah Abdurahman, bukan Dasam. Tanah wakaf tersebut telah bersertifikat wakaf dengan No 426/Citemu dan tanah di sekitaran masjid atas nama Abdurahman, ahli waris Alm Bapak Dasam dengan SHM Nmor 349/Citemu.

Pantaun Cirebonplus.com, ribuan massa merangsak hingga pintu gerbang kantor BPN. Namun dihadang oleh personel Polres Kabupaten Cirebon, Brimob dan Satpol PP. Hingga menjelang siang aksi masi berlangsung. (Muhamad Surya)

Related posts