kuping kiri

Sebelum Dieksekusi, Kolonel Untung Sempat Diamankan di Korem Cirebon

Sebelum Dieksekusi, Kolonel Untung Sempat Diamankan di Korem Cirebon

Cirebonplus.com (C+) – Kontroversi pemberontakan G30S PKI tahun 1965 kembali menyeruak menjelang peringatan Kesaktian Pancasila 1 Oktober. Silang sengkarut tentang siapa dalangnya dan bagaimana runutan sebenarnya peristiwa tersebut, masih jadi pedebatan.

Salahsatu bagian yang juga masih jadi perdebatan adalah tentang waktu dan tempat penangkapan Letkol Untung Sutopo, Komandan Batalyon I Tjakrabirawa. Ia disebut-sebut menjadi otak penculikan serta pembunuhan 6 jenderal dan 1 perwira pertama TNI AD.

Berdasarkan kajian sejarawan pantura, Wijanarto sebagaimana dikutip detik.com Minggu (1/10), Untung dieksekusi di Cimahi sesuai dengan putusan sidang Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub). Setelah sebelumnya ditangkap dan diamankan oleh Komando Resor Militer (Korem) Cirebon.

Ada drama yang dialami Untung selama pelariannya sebelum ditahan di Korem Cirebon. Wijanarto mengungkapkan dua versi seputar penangkapan Letkol Untung.

Versi pertama, kata dia, Untung ditangkap pertama kali di Kemandungan, Tegal setelah melompat dari bus Mudjur yang ditumpanginya dari Jakarta. Untung melompat karena ketakutan saat melihat ada pemeriksaan penumpang oleh tentara. Ia lari dan diteriaki copet.

Nahas, saat lari Untung menabrak tiang itu hingga mata kirinya terbentur tiang dan bengkak. Setelah ditangkap ia dibawa ke kantor desa dan diserahkan ke Corp Polisi Militer (CPM) Tegal.

Versi lainnya, lanjut dia, setelah diinterogasi Lurah Kemandungan, Untung sempat dilepaskan. Pendamping Untung selama pelarian, Damiri  sempat memengaruhi lurah agar Untung segera dilepaskan karena tidak ada bukti.

Untung pun melanjutkan perjalanan menuju Jalan Asem Tiga, Randugunting, Tegal. Di perkampungan itu Untung memasuki salahsatu rumah warga. Ia hendak meminta obat untuk mengobati luka mata kirinya akibat terbentur tiang listrik.

Tak disangka, di kampong itu ia diteriaki maling dan kembali ditangkap. Penangkapan dilakukan oleh warga. Selanjutnya ia dibawa ke kantor CPM Tegal yang sekarang berubah nama menjadi Subdenpom Tegal.

Guna memastikan identitasnya, sambungnyaa, Untung menjalani pemeriksaan cukup lama di kantor CPM Tegal. Setelah selesai, Untung diserahkan Korem Cirebon dan diterima langsung oleh Danrem Cirebon saat itu, Kolonel AJ Witono. Selanjutnya, dari Cirebon Untung dibawa ke Jakarta.

Ia sempat menjalani sidang Mahmilub tahun 1966. Sidang itulah yang memutuskan Untung dieksekusi di Cimahi Bandung. (*)

Laporan: Tim Redaksi

Related posts