kuping kiri

Sebelum Wafat, Kiai Jamil Meminta Dipertemukan dengan Para Ahli Alquran di Jawa

Sebelum Wafat, Kiai Jamil Meminta Dipertemukan dengan Para Ahli Alquran di Jawa

Cirebonplus.com (C+) – Cirebon berduka. Umat Islam, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) juga turut berduka. Ulama sepuh Cirebon yang juga pengasuh Pondok Pesantren Dar Al Qur’an Desa Tegalgubug Lor, Kecamatan Arjawinangun, KH Abdul Jamil Nawawi wafat pada hari Selasa (7/8). Beliau menghembuskan napas terakhir dini hari sekitar 02.00 di RSU Mitra Plumbon.

Siapakah KH Abdul Jamil Nawawi? Kiai Jamil, sapaan akrab beliau, merupakan ulama yang mencintai Alquran sejak muda hingga akhir hayatnya. Kiai penghafal Alquran itu wafat di usianya yang ke-94. Almarhum meninggalkan sembilan anak yang tujuh di antaranya penghafal dan pengasuh lembaga pendidikan Alquran.

Rifqil Asyik, salahsatu cucunya menceritakan, almarhum merupakan sosok yang tekun menjaga Alquran. Bahkan sebelum wafat, almarhum meminta keliling ke sejumlah pesantren di Jawa, bersilaturahim dengan kiai-kiai ahli Alquran.

“Tiga bulan yang lalu keliling ke Jawa Tengah empat hari. Terus sebulan yang lalu ke Jawa Timur lima hari. Pulang dari keliling Jawa, Bapak kelelahan. Karena almarhum sudah sepuh,” papar Rifqil.

Menurutnya, almarhum yang memiliki hobi pencak silat dan genjring masih tetap mengasuh santri mengaji setiap bakda subuh dan duhur. Saking cintanya terhadap Alquran, almarhum menjelang wafat masih berkililing ke jamiyah tadarus di wilayah III Cirebon.

Informasi yang dihimpun cirebonplus.com, Kiai Jamil belajar kepada sejumlah kiai masyhur seperti Kiai Sanusi Babakan, Kiai Ma’mun Banten, Kiai Mahfudz Lebaksiu, Kiai Mu’min Plered, hingga Kiai Munawir Krapyak. Sebagai ahli Alquran, almarhum juga memiliki karya kitab Miftahullisan; sebuah catatan Tajwid berbahasa Jawa. (*)

Laporan: Abu Mutamakkin

Related posts