kuping kiri

Siswa-siswi SMAN Palimanan Dibekali Pemahaman Antiradikalisme

Siswa-siswi SMAN Palimanan Dibekali Pemahaman Antiradikalisme

PALIMANAN (Ci+) – Para siswa-siswi SMAN 1 Palimanan mengikuti kegiatan seminar di aula sekolah mereka, Jumat (27/1). Seminar tersebut mengambil tema Menangkal Radikalisme Menjaga NKRI Damai.

Kegiatan diselenggarakan atas kerjasama Kelompok Ilmiah Remaja Nebula SMAN 1 Palimanan, serta Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Komisariat SMAN 1 Palimanan.

Sejumlah narasumber berkompeten dihadirkan. Mereka antara lain Kasatgas Densus 88 Jawa Barat Kombes (Pol) Arif Mahfudz, Dantramil Palimanan Kapten Inv Tarjo, dan Komandan Densus 99 PP GP Ansor HM Nuruzzaman MSi.

Kasatgas Densus 88 Jawa Barat, Kombes (Pol) Arif Mahfudz menyampaikan fenomena radikalisme di Indonesia yang melahirkan terorisme. Ia berharap para siswa tidak terjerumus pada paham radikal.

Danramil Palimanan Kapten Inv Tarjo menyampaikan pentingnya menguatkan ideologi Pancasila dan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sementara itu, Komandan Densus 99 PP GP Ansor HM Nuruzzaman MSi menyampaikan materi seputar pencegahan radikalisme melalui media sosial (medsos).

Dalam kesempatan itu, Kang Zaman, sapaan akrab HM Nuruzzaman, mengajak para siswa dan generasi millenial yang lahir sekitar tahun 1990 hingga 2000 agar selektif saat menerima informasi di medsos. Penting untuk melihat siapa pemberi informasinya. Apalagi informasi tentang ajaran agama Islam.

Usia millenial, sambungnya, hidupnya hampir dipengaruhi oleh dunia maya. Saat ini kelompok usia tersebut sangat potensial direkrut menjadi radikal.

“Mereka adalah generasi millenial yang waktunya dihabiskan di dunia maya. Dan beberapa pelaku teroris di Indonesia banyak kalangan remaja yang terdoktrin dari pemahaman sesat di media sosial,” kata mantan ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Cirebon. (*)

Laporan: Abdurohim

Related posts