kuping kiri

UU ITE Belum Cukup, Kang Maman: Lawan Hoax-Fitnah dengan Gerakan Literasi

UU ITE Belum Cukup, Kang Maman: Lawan Hoax-Fitnah dengan Gerakan Literasi

Cirebonplus.com (C+) – Salahsatu mata acara Haul XVIII Al Maghfurlah KH Syaerozi bin KH Abdurrohim adalah seminar nasional. Kegiatan bertema Peran Santri dalam Membangun Bangsa di Era Milenial itu digelar di halaman Pondok Pesantren Assalafie Babakan, Ciwaringin, Cirebon, Selasa (26/12).

Hadir sebagai narasumber di antaranya Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PBNU, KH Maman Imanulhaq Faqih. Ia memaparkan tentang fenomena berita hoax dan fitnah, serta pentingnya gerakan literasi di era milenial.

Dalam pemaparannya, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) itu mengatakan, di era milenial ini orang dengan mudah men-share berita bohong hingga fitnah. Baginya, itu adalah paradoks yang terjadi di era milenial.

“Ini paradoks milenial, di mana kemudahan berkomunikasi justru menjadi penyebab terjadinya perpecahan dan permusuhan antar sesama anak bangsa. Bahkan, perpecahan sesama keluarga,” papar pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Majalengka itu.

Menurutnya, masalah tersebut harus dicarikan solusinya. Cara efektif dalam meminimalisir fenomena tersebut, tidaklah cukup melalui kebijakan pemerintah dalam Undang-undang (UU) Informasi  dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Tidak cukup hanya itu, tapi harus ada gerakan nyata dalam hal literasi yang mampu mencerdaskan generasi milenial. Di sinilah pentingnya pesantren mengambil peran sebagai pelopor gerakan literasi di tengah-tengah generasi masa kini,” ujar kiai yang digadang-gadang menjadi calon wakil bupati mendampingi H Ridwan Kamil itu. (*)

Laporan: Iklima

Related posts