kuping kiri

Tari Topeng Losari Menghentak Panggung Megah Amerika (Bagian 4/Habis)

Tari Topeng Losari Menghentak Panggung Megah Amerika (Bagian 4/Habis)

NORTHCAROLINA (Ci+) – Pementasan Tari Topeng Losari yang dibawakan Nuranani atau Nani Sawitri di North Carolina, Amerika Serikat tanggal 27 Januari 2017 lalu, ternyata menyimpan kekaguman para penontonnya. Selain apresiasi yang luar biasa dari penyelenggara, penonton juga menyimpabn kesan yang mendalam.

Adalah Philip Moss, warga Amerika yang menyampaikan kekagumannya secara terbuka di media sosial (medsos). Setelah menyaksikan keunikan dan dinamika gerak yang ditampillan, Moss tidak hanya menyukai tariannya secara fisik, tapi juga analisanya dari sisi spiritualitas.

Dengan bahasa Inggris khas Amerika, dalam posting-an statusnya di medsos, Philip Moss menyampaikan kurang lebih, salahsatu pertunjukan tari terbaik yang pernah dia lihat di seluruh hidupnya. Ia secara tiba-tiba merasa tersentuh oleh kekuatan, kasih karunia, dan ketepatan Nani Sawitri (Nuranani) dalam gerak tarinya.

“Jelas bahwa topeng Losari adalah lebih dari sekedar tarian. Tapi (ia) juga cara mempertahankan budaya, mengingat sejarahnya dan mencapai kesempurnaan spiritual dan menjadi lebih dekat dengan Tuhan,” lanjut Moss dalam statusnya.

Ia merasa telah menyaksikan beberapa hal suci malam itu. Baginya, suatu kehormatan untuk penonton bisa melihat hal sangat kecil secara sekilas, bagaimana muslim non Arab mempraktikkan iman mereka.

“Apakah Anda tahu Indonesia adalah negara muslim terpadat di dunia? Belum merepresentasikan bentuk Islam ke dalam jiwa amerika secara kolektif,” lanjut dia.

Sementara itu, kata dia, sulit untuk bergulat dengan isu-isu whitesplaining dan pengambilan sampel budaya melalui pertunjukkan. Ia juga melihat ada bagian selama jeda, ketika seorang pria kulit putih datang untuk berbicara tentang Indonesia.

“Saya sangat bersyukur telah memiliki pengalaman ini malam ini,” tutup Moss dalam kalimat statusnya.

Menanggapi komentar penontonnya dari Amerika, kepada cirebonplus.com, Ahad (5/2) Nani mengatakan, wajar bila penikmat Tari Topeng Losari bisa melihat sisi spiritualitas dari seni yang dibawakannya. Karena, memang di situlah perbedaan Tari Topeng Losari dengan tari sejenis lainnya.

Seniwati asal Astanalanggar, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon itu menceritakan bahwa Tari Topeng Losari sesungguhnya adalah ritual dan doa kepada Tuhan Penguasa Semesta. Seorang penari menjadikan tarian Topeng Losari sebagai media ritual pendekatan antara tubuh, Tuhan, dan bumi.

“Berbeda dengan Tari Topeng lainnya. Tari Topeng Cirebon (misalnya), lebih kepada filosofi penggambaran watak manusia,” ujar pemegang banyak penghargaan nasional itu.

Untuk menjadi “dalang” Tari Topeng Losari, sejak kecil Nani sudah melakukan ritual tirakatan secara rutin. Ia melewati berbagai fase spiritual, sehingga layak dinobatkan sebagai dalang. (*)

Related posts