kuping kiri

Tekan Harga Pangan, Pasar Murah TPID Singgahi Kawasan Perumnas

Tekan Harga Pangan, Pasar Murah TPID Singgahi Kawasan Perumnas

Cirebonplus.com (C+) – Kamis (23/5), Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Cirebon menggelar Pasar Murah Komoditas Pangan (PMKP) di halaman Masjid Nurul Amal, Perumnas, Kota Cirebon. Pasar murah akan digelar selama dua hari hingga Jumat (24/5).

Lantaran menawarkan harga lebih murah, Pasar Murah Komoditas Pangan diserbu warga. Sejumlah komoditas pangan dijual, mulai dari telur, daging beku, daging ayam, bawang merah, beras, gula, minyak goreng, tepung terigu dan lainnya.

Perbedaan harga yang cukup signifikan, membuat warga akhirnya menyerbu sejumlah komoditas hingga habis kurang dari satu jam. Telur, salahsatu komoditas yang laris diserbu warga.

Harga telur di pasar tersebut hanya dijual Rp21 ribu/kg, sedangkan di pasar tradisional, harga telur mencapai Rp24 ribu/kg. Tidak hanya itu, daging ayam di pasar murah hanya dijual Rp30 ribu/kg. Padahal di pasar tradisional, harganya mencapai Rp34 ribu/kg.

Perbedaan harga yang cukup tinggi membuat warga akhirnya menyerbu kedua komoditas tersebut hingga habis dan banyak warga yang sudah antre tidak mendapatkan pangan yang diinginkannya. Padahal sudah dilakukan pembatasan penjualan. Untuk telur misalnya, satu orang hanya diperbolehkan membeli maksimal 2 kg.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon, Drs H Asep Dedi MSi mengaku senang karena warga Kota Cirebon bisa mendapatkan alternatif pangan yang lebih murah. “Selisih dengan harga pasar cukup tinggi. Jadi wajar banyak masyarakat yang membeli di pasar murah ini,” ungkap Dedi.

Pasar murah ini, lanjut Dedi, merupakan upaya dari Pemda Kota Cirebon untuk melakukan intervensi terhadap pasar. Mereka juga akan terus memantau pergerakan harga di pasar selama Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.

Sementara itu, Kepala KPw BI, Abdul Majid Ikram menjelaskan, pasar murah ini sekaligus upaya untuk memberikan edukasi kepada pedagang. “Supaya mereka tidak menaikkan harga pangan semena-mena,” tegas Majid.

Kalau bicara omzet, mereka saat ini sudah mulai naik. Karena itu, kalaupun harganya naik, Majid meminta dalam batas kenaikan yang wajar.

Majid juga menilai saat ini harga pangan relatif terkendali. “Kita akan pantau terus. Kalau saat ini harga relatif stabil,” ungkap Majid.

Banyaknya masyarakat yang menyerbu pasar murah membuat sejumlah warga tidak mendapatkan pangan yang mereka inginkan. Seperti Yusnidar, warga Pangrango, Kota Cirebon, mengungkapkan jika ia akan kembali lagi esok untuk membeli telur. “Tadi tidak kebagian, sudah habis,” ungkapnya.

Alhasil ia hanya membeli daging beku sebanyak 2 kg. Rencannya daging tersebut akan dibuatnya menjadi olahan rendang.

Selama bulan Ramadhan ini, TPID Kota Cirebon menggelar pasar murah komoditas pangan di beberapa titik. Dimulai dari pasar murah komoditas pangan di depan Pasar Kramat mulai 16-17 Mei 2019, dilanjutkan di halaman Masjid Raya Attaqwa mulai 20 hingga 22 Mei 2019.

Terakhir pasar murah di halaman Masjid Nurul Amal, Perumnas yang digelar mulai 23 hingga 24 Mei 2019. (Dewo/Rilis)

Related posts