kuping kiri

Terima Kasih Bu Ratna Sarumpaet, Pelajaran Kelima

Terima Kasih Bu Ratna Sarumpaet, Pelajaran Kelima

Oleh: KH Lukman Hakim 

(Pembina Jamiyah Waqi’ah Permata Hati)

PELAJARAN berikutnya adalah tabayun, yaitu ikhtiar mencari sumber kebenaran dari informasi yang ada. Di era informasi ini, dimana beberapa informasi bertebaran melalui media sosial, maka tabayun adalah cara bijaksana untuk memilah mana informasi yang benar adanya, yang baik untuk disebarkan, dan mana yang hoax, yang sebaiknya tidak layak disebar. Karena dengan turut menyebarkan informasi yang kebenaran nya masih diragukan, berarti sama saja kita ceroboh dengan turut menyebarkan berita yang berpotensi bohong. Berita bohong yang disebarkan, pada akhirnya hanya akan menyesatkan berbagai pihak karena informasi tersebut tidak valid. Maka al-qur’an melalui surat Al-Hujurat ayat 6 menyarankan ketika kita dapat informasi yang sumbernya meragukan, sebaiknya dilakukan tabayun terlebih dahulu, untuk menguji kebenaran informasi tersebut, sebelum dijadikan pijakan atau disampaikan kepada yang orang lain.

Tabayun adalah kehati-hatian dalam mencerna dan menyampaikan berbagai berita. Kehati-hatian ini penting karena meminimalisir potensi kerugian dari dampak berita yang diserap. Tabayun adalah filter untuk memilah mana berita yang layak dikonsumsi, dan mana berita yang patut dijadikan sampah, tujuannya agar apa yang kita sebar tidak merugikan orang lain.

Andaikan berita yang dibuat Bu Ratna Sarumpaet itu dilakukan proses tabayun terlebih dahulu, maka potensi pihak yang dirugikan bisa diminimalisir. Oleh karenanya setiap hari kita menerima ratusan bahkan ribuan informasi yang tersedia di media sosial yang ada digenggam tangan kita, maka memilah-milah mana informasi yang patut disebarkan dan mana yang tidak pilihannya ada di kita.

Ketika kita memilah dan memilih informasi yang akurat dan terpercaya, maka bisa menjadi khazanah pencerahan bagi diri kita, dan andaikan kita turut menyebarkannya kepada orang lain, maka kita telah berperan mencerahkan dan mencerdaskan bangsa ini, sekaligus usaha turut menyebarkannya juga bisa menjadi lahan pahala. Namun sebaliknya jika kita mengabaikan proses tabayun, kita hanya mencerna dan menyebarkan informasi tersebut tanpa melalui proses pemilahan, dan ternyata informasi itu kategori hoax, maka kita telah menciderai dan merugikan orang lain, dan kita juga turut bertanggung jawab menanggung beban dosa, karena kita ceroboh dalam berbagi berita.

Handphone yang ada digenggaman tangan kita ini bagaikan dua mata pisau, bisa menjadi bermanfaat sekaligus sebagai ladang amal jikalau digunakan untuk mencerna dan menyebarkan informasi yang akurat, terpercaya dan berharga. Dan juga bisa mencelakai diri sendiri dan orang lain, jikalau digunakan untuk menyebarkan berita bohong yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kata kuncinya kalau mau selamat dan bermanfaat adalah tabayun, yaitu dengan terlebih dahulu kita mau menguji tentang kesahihan sumber berita tersebut.

Semoga bermanfaat
Wallahu a’lam bishshawab

Related posts