kuping kiri

Terjemahkan Gagasan Partai Pelopor, PDIP Jabar Roadshow ke Daerah-daerah

Terjemahkan Gagasan Partai Pelopor, PDIP Jabar Roadshow ke Daerah-daerah

Cirebonplus.com (C+) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Jawa Barat terus lakukan konsolidasi internal dengan cara roadshow ke Beberapa Kabupaten di Jawa Barat. Hal itu sebagai langkah tindak lanjut hasil Kongres PDIP V di Bali.

Dalam sambutan saat roadshow di Bogor Minggu (10/11), Ketua DPD PDIP Jabar, Ono Surono mengatakan, konsepsi partai pelopor yang dipegang dalam narasi PDIP adalah pemikiran Bung Karno dalam dialektikanya di tahun 1926. Dalam hal ini, Bung Karno menggerakkan kekuatan rakyat untuk melawan kolonialisasi di Nusantara.

Bung Karno, lanjut dia, mengawinkan pergerakan massa actie yang taktis dan terencana dengan situasi emosional dan suasana batin rakyat. Bukan gerakan asal amuk dan spontan, gerakan ini gabungan dari kemarahan rakyat dan ketrampilan dalam berorganisasi.

Lebih lanjut Ono menyampaikan, setelah melalui tahapan pendidikan politik yang teratur, kader pelopor diharuskan terjun langsung dalam kehidupan masyarakat dan menjadi pemimpin di kehidupan sekitar. Di sini para kader dilatih untuk mencatat atau inventarisasi persoalan masyarakat. Pemahaman inventarisasi persoalan masyarakat yang hidup disekitarnya dipecahkan.

Dikatakan, dalam tingkat anak ranting sampai tingkat daerah memiliki rekaman persoalan masyarakat kemudian dipecahkan. Partai tidak jadi sekadar event organizer Pemilu, tapi cabang-cabang partai dijadikan pusat-pusat pergerakan rakyat. Partai berdampingan dengan sistem pemerintahan melakukan pencatatan persoalan di daerahnya dan menjadikan counterpart atas persoalan pemerintahan.

Partai, sambungnya, menjadi penyambung lidah rakyat dalam skim-skim komunikasi politik, budaya, ekonomi dan sosial, sehingga pergerakan politik di kantor kantor cabang bisa hidup. Baginya hal itulh yang disebut sebagai organik kepemimpinan, para anak muda di tingkat anak ranting diarahkan dalam pelatihan pendidikan politik di wilayah RT/RW dan secara berjenjang di tingkat atasnya pada tingkatan kelurahan, kecamatan sampai kabupaten hingga tingkat nasional pada jenjang berikutnya.

“Tugas kader pelopor adalah menjadikan pikiran-pikiran Sukarno sebagai hegemoni politik arah negara dan perkembangan negara. Dialektika dalam alam pikiran Sukarno disesuaikan dengan perkembangan zaman dengan susunannya mulai dari geopolitik, strategi kebudayaan sampai pada strategi pertahanan militer. Konsepsi Ekonomi didasarkan pada negara sebagai kekuatan utama kapital yang dikembangkan ke fungsi-fungsi sosial menjadi sangat penting di tahapan ketiga kepeloporan politik ini,” papar Ono.

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jabar, Ketut Sustiawan menambahkan, yang disebut partai pelopor adalah partai yang dituntun oleh sebuah ide, cita-cita, ideologi partai, ideologi negara yaitu Pancasila 1 Juni 1945, dan hanya PDI Perjuangan yang mencetak sejarah dalam pemilihan legislatif dan pemilihan presiden. “Alhamdulillah dalam pemilihan legislatif dan presiden, PDI Perjuangan tampil sebagai pemenang dua kali berturut-turut,” ujarnya. (Abdullah/Ril)

Related posts