kuping kiri

Terparah, 80% Wilayah Desa Wanakaya Terdampak Banjir

Terparah, 80% Wilayah Desa Wanakaya Terdampak Banjir

GUNUNGJATI (Ci+) – Banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon akibat jebolnya pintu air Sungai Bondet merendam ratusan rumah warga, Senin (23/1). Data Tim Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Cirebon, desa terparah yang terendam banjir adalah Wanakaya.

Koordinator Tagana Kabupaten Cirebon, Didi Junedi mengungkapkan, hasil inventarisir sementar hingga sore hari hampir 80 persen wilayah di Desa Wanakaya terendam banjir. Terutama di RW 01, 02, 03, dan 04.

Detilnya, kata Didi, untuk RW 01 meliputi RT 03 dan 04, RW 02 yang terendam di RT 01, 02, dan 03. RW 03 meliputi RT 01, 02 03, dan 04. Sedangkan RW 04 hanya merendam RT 02 dan 03.

Berikutnya desa yang parah adalah Astana. Menurut Didi, ada 4 RT  atau blok di Desa Astana yang digenangi air bah yakni RT 11, 12, 13, dan 14.

“Desa Jatimerta ada sekitar 95 KK yang terdampak banjir. Tepatnya di Blok Maja RW 03. Sementara untuk Desa Grogol hanya di Blok Depok sebanyak 40 KK,” beber dia.

Pantauan cirebobplus.com Senin siang (23/1), air di wilayah tersebut hingga seleher orang dewasa. Warga mengamakan sejumlah barang berharga, terutama mengungsikan anak-anak dan warga lanjut usia (lansia).

Warga juga terbantu dengan kehadiran puluhan orang Tim Tanggap Bencana (Tagana). Menggunakan peralatan yang dibawa, Tagana bahu membahu membantu warga.

Koordinator Tagana, Didi Junedi mengatakan, untuk membantu warga sejumlah desa di Kecamatan Gunungjati, pihaknya menurunkan sekitar 40 orang. Mereka disebar ke sejumlah lokasi yang banjirnya parah.

Langkah-langkah pun langsung dilakukan tim. Terutama evakuasi dini terhadap warga yang terjebak di dalam rumah.

“Kami memprioritaskan ibu hamil dan warga lansia. Mereka kami evakusi ke tempat-tempat aman, terutama saudara mereka,” ujar Didi di lokasi bencana Desa Wanakaya.

Hingga siang jelang sore, pihaknya belum melihat bantuan logistik baik dari pemerintah maupun swasta. Untuk logistik, saat ini warga membutuhkan makanan. (*)

Laporan: Abdurohim

Related posts