kuping kiri

Triliunan Dana APBD Tak Terserap, DKI Jakarta Tertinggi

Triliunan Dana APBD Tak Terserap, DKI Jakarta Tertinggi

Cirebonplus.com (C+) – Tak sedikit daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota yang serapan anggarannya tidak 100 persen, bahkan ada yang sekitar 80 persen. Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) APBD pun bila diakumulasi mencapai triliunan.

Kondisi itu membuat Menteri Dalam  Negeri Tjahjo Kumolo kembali mengingatkan daerah. Pihaknya meminta pemerintah daerah melakukan penyerapan dan merealisasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan tepat.

Hal itu dimaksudkan agar penyerapan anggaran dan belanja program dilakukan secara efektif dan efisien. “Rata-rata SiLPA provinsi kita masih triliunan, hampir Rp20 triliun untuk seluruh provinsi,” ujar Tjahjo di Jakarta, Rabu (19/6).

Berdasarkan Silpa dalam APBD provinsi se-Indonesia tahun anggaran 2018 adalah Rp19,97 triliun dengan rata-rata provinsi se-Indonesia sebesar Rp587,41 miliar. Silpa terbesar dimiliki oleh Provinsi DKI Jakarta yang mencapai Rp6,80 triliun atau 34,05 persen dari total Silpa provinsi se-Indonesia tahun anggaran 2018.

Sedangkan Provinsi Sulawesi Barat tidak menganggarkan penerimaan pembiayaan melalui Silpa pada APBD 2018.  Namun, jika diurutan berdasarkan rasio Silpa terhadap total penerimaan pembiayaan, maka sebanyak 24 provinsi memiliki kontribusi Silpa terhadap total penerimaan pembiayaan yang sangat signifikan terhadap total penerimaan pembiayaan, yakni mencapai 100 persen. Sedangkan kontribusi Silpa di Provinsi Lampung merupakan yang terkecil, yakni 6,25 persen.

“Menghabiskan anggaran masih sulit. Ini menunjukan bahwa perencanaan, penganggaran dan pelaksanaan program tidak berjalan dengan baik. Ini tolong dicermati,” tegas Tjahjo.

Silpa adalah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran, yaitu selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran selama satu periode anggaran. Jika Silpa suatu wilayah menunjukkan angka 0 maka artinya penyerapan anggaran 100 persen. (Abdullah/Rilis)

Related posts