kuping kiri

Wacanakan Pemekaran Desa, Ketua Fraksi PKB Yakin Serapan Dana Desa Lebih Besar

Wacanakan Pemekaran Desa, Ketua Fraksi PKB Yakin Serapan Dana Desa Lebih Besar

Cirebonplus.com (C+) – Akibat pertumbuhan penduduk, banyak desa di Kabupaten Cirebon kondisinya gemuk. Tak sedikit satu desa yang jumlah warganya mencapai 7.000-10.000 jiwa.

Selain itu, tidak sedikit pula desa yang luas wilayahnya sama dengan dua desa. Sehingga, setiap tahunnya Dana Desa (DD) tersedot untuk pembangunan fisik dengan volume yang lebih besar dari desa lainnya.

Melihat kondisi itu, Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPRD Kabupaten Cirebon, MF Fahrurozi MA menyampaikan gagasan pemekaran desa. Menurutnya, di Kabupaten Cirebon banyak desa yang memenuhi syarat untuk dimekarkan.

“Kami sudah cek beberapa desa layak untuk dimekarkan. Saya contohkan Pabuaran Lor di Kecamatan Pabuaran dan Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura. Kedua desa memiliki jumlah hak pilih 7.000 ke atas, kalau dijumlahkan bersama anggota masyarakat lainnya yang belum memiliki hak pilih, tentu lebih banyak,” papar pria yang akrab disapa Paul ini kepada cirebonplus.com, Kamis (4/10).

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Cirebon itu melanjutkan, pemekaran diyakini akan makin memajukan desa dan masyarakatnya. Hal itu berangkat dari logika bertambahnya serapan anggaran Dana Desa dari pusat.

Ia mengilustrasikan, jika jumlah desa ada 412 dengan asumsi Dana Desa sebesar Rp1 miliar misalnya, maka dalam satu tahun dana yang digelontorkan dari pusat untuk seluruh desa di Kabupaten Cirebon mencapai Rp412 miliar. Apabila, jumlah desa di tambah menjadi 430 desa misalnya, maka tentu serapan Dana Desa mencapai Rp430 miliar.

“Jika dana desa yang diserap lebih besar, dengan jumlah penduduk dan luas wilayah yang sama, maka akan lebih banyak pembangunan infrastruktur, ekonomi, dan peningkatn sumber daya manusia yang bisa dirasakan. Kami coba konsultasikan hal ini dengan eksekutif soal peluang dan kemungkinannya,” ujar anggota dewan yang maju lagi di daerah pemilihan 6 meliputi Waled, Pasaleman, Ciledug, Pabuaran, Karangsembung, Karangwareng, dan Lemahabang ini. (*)

Laporan: Abdul Bari

Related posts