kuping kiri

Warga-Keraton Kanoman Sepakat Lestarikan Situs Tujuh Sumur Tua

Warga-Keraton Kanoman Sepakat Lestarikan Situs Tujuh Sumur Tua

SUMBER (Ci+) – Sebelum diresmikan oleh Kesultanan Kanoman Cirebon, Minggu (25/12), ada cerita menarik tentang kisah penemuannya. Adalah Syafrudin, warga Kelurahan Kaliwadas yang pertama kali menemukan sumur yang diperkirakan ada sejak awal berdirinya Cirebon itu.

Informasi yang dihimpun cirebonplus.com dari berbagai sumber, sumur itu ditemukan secara tak sengaja oleh Syafrudin pada tanggal 21 November. Penasaran terhadap galian lubang yang cukup dalam, akhirnya Syafrudin memberitahukannya kepada banyak orang.

“Kami kaget saat menemukan ada bangunan fondasi purbakala di lahan itu. Eh ternyata saat digali membentuk rangkaian tujuh sumur yang sekarang Anda lihat,” ungkap Syafrudin, Senin (5/12).

Kontan, setelah informasi penemuan menyebar, warga pun dibuat heboh. Mereka berdatangan ke wilayah cantilan Kelurahan Kaliwadas itu. Setelah disepakati, warga pun melakukan penggalian.

Setelah dipastikan lubang besar tersebut sumur, wargapun memperbaikinya. Terutama menata bata dan memplesternya agar keberadaan sumur tampak jelas. Setelah selesai, warga menyepakati sang penemu, Syafrudin ditetapkan sebagai juru kunci tujuh sumur tua.

Sebenarnya, langkah warga untuk memperbaiki dan menata situs sumur tua atas izin Keraton Kanoman, saat warga melaporkan hal tersebut setelah penemuan. Pasalnya, lokasi penemuan berada di Situs Balong Tukmudal Awal Tirta Kencana Banyu Biru.

Saat para sesepuh bersilaturahmi, mereka meminta pihak Keraton Kanoman melindungi situs. Mereka tidak ingin situs itu dibongkar. Karena kabarnya aka nada pembangunan perumahan. Keraton Kanoman merespons baik untuk melestarikan situs tersebut.

Nama ketujuh sumur tersebut adalah Sumur Kemulian, Sumur Jalatunda, Sumur Anom, Sumur Sepuh, Sumur Tirta Kencana Banyu Biru, Sumur Kejayan, dan Sumur Keputren. (Ci+111)

 

Ilustrasi: tajuk.id

Related posts