kuping kiri

Yatsawi Sudah Bersama Rakhmat-Yayat, Tertutup Peluang PKB Bujuk Hanura

Yatsawi Sudah Bersama Rakhmat-Yayat, Tertutup Peluang PKB Bujuk Hanura

Cirebonplus.com (C+) – Detik-detik mendebarkan. Terutama untuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Cirebon, apakah dapat teman koalisi atau harus menjomblo dan memindahkan “cintanya” ke pasangan selain H Muhammad Luthfi-H Nurul Qomar.

Sekitar pukul 10.30 berseliweran di media sosial foto Ketua Partai Hanura Kabupaten Cirebon, H Muhamad Yatsawi bersama calon bupati dan wakil bupati H Rakhmat-Yayat Ruhyat. Dalam foto tersebut Rakhmat-Yayat sama-sama berkalung rangkaian bunga melati yang menandakan persiapan mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon.

Melihat foto tersebut, Partai Hanura sepertinya memastikan dukungannya kepada duet pasangan pengusaha-birokrat itu. Hal itu menepis rumor Partai Hanura akan merapat ke PKB yang belum menemukan teman koalisi.

Berita sebelumnya, meski peluangnya kecil, PKB masih punya harapan untuk ikut kontestasi Pemilihan Bupati (Pilbup) Cirebon sebagai partai pengusung. Caranya, terus melakukan langkah-langkah untuk menggenapkan dukungan dari 8 kursi milik PKB, menjadi 10 kursi.

Tidak ada yang tidak bisa dalam politik. Surat rekomendasi partai politik untuk calon bupati dan wakil bupati bisa saja berubah sebelum benar-benar didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Cirebon.

Di antara yang mungkin digeser dukungannya adalah Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), masing-masing memiliki 1 kursi. Hingga detik ini PBB memang sudah bergabung dengan Partai Golkar dan Partai Demokrat mengusung pasangan H Rakhmat-Yayat Ruhyat.

Namun demikian, jumlah kursi pengusung Rakhmat-Yayat sudah “berlimpah”. Gabungan Golkar-Demokrat saja sudah 11 kursi, belum lagi ditambah Hanura 3 kursi menjadi 14 kursi atau 28 persen.

PBB bisa saja bergeser bila menghadapi dua pilihan, bergabung sebagai pelengkap atau ikut sebagai pengusung utama dan menentukan. Meskipun juga tergantung pertimbangan siapa nama yang dicalonkan.

Kedua adalah PPP, yang kabarnya belum menyerahkan surat rekomendasi ke KPU, meskipun sudah diklaim pasangan H Kalinga-Hj Dian Hernawa Susanti akan mendukung calon Gerindra-PKS tersebut. Selain alasan koalisi paralel dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat antara PPP dan PKB dalam mengusung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, juga alasan sebagai penentu koalisi seperti PBB.

Menanggapi hal ini, sekretaris DPC PPP Kabupaten Cirebon, Wahid Simon mengaku tidak tahu perkembangan terakhir rekomendasi PPP. Yang pasti hingga tadi malam kabarnya masih belum final ke mana kepastian dukungan diberikan.

“Selasa malam kami mendengar surat dari DPP belum turun. Tidak tahu kalau kemudian turun, ketua saya yang tahu,” kata pria asal Ciwaringin itu, seraya mengakui bahwa sudah ada pembahasan yang serius dengan pasangan H Kalinga-Hj Hernawa Susanti.

Bahkan, tadi malam sempat berseliweran kabar pendekatan PKB dengan Partai Hanura. Mungkin saja kembali pada tawaran sebelumnya, menempatkan ketuanya H Muhammad Yatsawi sebagai calon wakil bupati. Namun, hingga siang ini belum ada kabar pasti.

Konstalasi politik sangat mungkin berubah hingga pukul 12.00 saat pasangan Rakhmat-Yayat mendaftarkan diri ke KPU. Jika Partai Hanura dan PBB ikut mendaftarkan keduanya ke KPU, maka tertutup sudah peluang PKB untuk berkoalisi dengan partai lain alias menjomblo. (*)

Laporan: Tim Redaksi

Related posts