Home Headline 2 PDP Corona dari Gegesik dan Kaliwedi Meninggal, Total di Kabupaten Cirebon Jadi 7 Orang

2 PDP Corona dari Gegesik dan Kaliwedi Meninggal, Total di Kabupaten Cirebon Jadi 7 Orang

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Selasa (14/4/2020), jumlah Pasien dalam Pengawasan (PDP) di Kabupaten Cirebon yang meninggal dunia kembali bertambah. Dua PDP tersebut merupakan pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arjawinangun.

Meninggalnya 2 PDP tersebut dibenarkan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), Nanan Ruhyana. Ia menegaskan bahwa dua pasien tersebut berstatus PDP bukan positif Corona, pasalnya sampel swab yang diuji di Laboratorium Kesehatan (Lebkes) Pemprov Jabar belum turun dan belum diketahui hasilnya.

Kepastian status keduanya sangatlah penting, agar masyarakat Kabupaten Cirebon, terutama yang tinggal di lingkungan pasien PDP tidak panik atau waswas. Untuk diketahui bahwa pasien dinyatakan PDP karena memiliki beberapa gejala yang dimiliki, tetapi belum termasuk pasien positif. Kepastian baru didapat setelah ada hasil uji swab dan dinyatakan positif.

Dua PDP yang meninggal adalah Umy  (54) berjenis kelamin perempuan. Perempuan yang berprofesi sebagai tenaga pengajar itu tinggak di Desa Gegesik Kulon, Kecamatan Gegesik.

Umy berstatus PDP itu mulai dirawat di ruang isolasi Covid-19 kriteria PDP masuk ruang isolasi RSUD Arjawnangun tanggal 13 April 2020. Namun ia meninggal hari Selasa, 14 April 2020 sekitar pukul 05.30. Setelah dimndikan dan dipulasara, siang ini jenazah telah dikuburkan di pemakaman desa setempat.

PDP kedua yang meninggal atas nama Trh (55), ibu rumah  tanggal yang beralamat di Desa Guwa Kidul, Kaliwedi. Trh ditetapkan sebagai PDP dan langsung masuk Ruang Isolasi RSUD Arjawinangun tanggal 11 April 2020 lalu. Namun, Trh meninggal dunia pada hari ini pukul 02.20.

Pada hari yang sama, di RSUD Arjawinangun juga ada pasien meninggal atas nama Nsm yang diantara keluarganya ke RSUD Arjawinangun pada hari Senin 13 April 2020 pukul 23.50. Namun dipastikan ia bukanlag pasien PDP atau ODP, karena saat masuk Ruang IGD kondisinya sudah meninggal.

Pihak rumah sakit juga tidak melakukan diagnosa pengambilan sampel swab terhadap pasien, karena kondisinya susah meninggal. (Yasir/C+5)

Related Articles