Home Headline 5 Daerah Segera Menyusul Berlakukan PSBB, Bagaimana dengan Kota Cirebon?

5 Daerah Segera Menyusul Berlakukan PSBB, Bagaimana dengan Kota Cirebon?

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Lima daerah di Jawa Barat ebih dulu memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) antara lain Kota/Kabupaten Bogor, Kota Depok, dan Kota/Kabupaten Bekasi. Saat ini, lima daerah lainnya di Jabar sedang menyiapkan PSBB yakni Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Bagaimana dengan Kota Cirebon, apakah ada rencana mengajukan PSBB? Dalam kesempatan telekonferensi, Wakil Walikota Cirebon, Hj Eti Herawati memastikan hingga sejauh ini belum ada rencana.

Menurut Eti, hingga Senin (20/4/2020) Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon masih menunggu arahan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. “Kita belum ada langkah PSBB. Kita masih menunggu arahan dari Pemprov Jabar,” sambung ketua DPD Partai Nasdem Kota Cirebon ini.

Saat ini, kata dia, Pemkot Cirebon masih intensif melakukan penjagaan atau penyekatan di lingkungan RT dan RW yang ada.

Sementara itu, Gubernur Jabar, HM Ridwan Kamil mengatakan, saat inii tengah finalisasi persiapan pemberlakuan PSBB di wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang. Hingga saat ini sudah 100 persen.

Petugas dari kepolisian dan TNI pun sudah menyiapkan titik-titik pengamanan. Begitu juga dengan bantuan sosial senilai Rp500 ribu dari Pemprov Jabar yang telah mulai disalurkan supaya dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid-19 bisa tertangani.

“Pak Kapolda (Jabar), Pangdam III Siliwangi, dan jajaran dalam lima wilayah Bandung Raya ini sudah menyiapkan titik-titik pengamanan, kemudian persiapan penegakan disiplin bagi yang melanggar,” kata Kang Emil, sapaan Ridwan Kamil, usai mengikuti Rapat Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar di Markas Komando Daerah Militer III/Siliwangi, Kota Bandung.

“Tadi saya sampaikan evaluasi Bodebek ini harus diperbaiki dan hasilnya dijadikan SOP protap Polda Jabar. Supaya Bandung Raya belajar dari Jakarta, belajar dari evaluasi Bodebek, sehingga menghasilkan PSBB terbaik,” imbuhnya.

Kang Emil menyatakan, pemberlakuan PSBB Bandung Raya akan disertai dengan konsistensi rapid diagnostic test (RDT) masif. Sebab, tes masif dapat menunjang keberhasilan PSBB Bandung Raya karena tujuan pembatasan sosial tersebut adalah memutus rantai penularan, merawat dan mengobati penderita COVID-19. 

Keberhasilan PSBB ini adalah digunakan tes masif bersamaan, sehingga menghasilkan peta persebaran yang bisa dikendalikan. Kita bertekad tim Gugus Tugas Jawa Barat harus menjadi percontohan kesuksesan PSBB,” katanya.

Sebagai tindaklanjut hasil tes cepat, menurut Kang Emil, Pemda Provinsi Jabar akan menggelar tes melalui pemeriksaan dengan teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR) bagi warga terindikasi positif COVID-19.

“Karena kami punya kapasitas melompat dari 140 sampel per hari menjadi 2.000 sampel per hari, maka tes swab ini akan kita intensifkan di zona PSBB di 10 kota/kabupaten,” ucapnya. 

Menurut Kang Emil, Pemprov Jabar berupaya menguatkan kesiapsiagaan menghadapi lonjakan kasus positif COVID-19 dengan menambah 71 rumah sakit rujukan, sehingga total ada 105 rumah sakit rujukan yang tersebar di Jabar. Selain itu, sejumlah pemerintah kabupaten/kota di Jabar mengalihfungsikan gedung maupun stadion sebagai ruang isolasi. “Saya laporkan, selain rumah sakit pasien-pasien Covid-19, sudah bergeser ke non rumah sakit. Salah satunya BPSDM Cimahi, kemudian di Cikarang Bekasi, dan tempat-tempat lainnya. Dan ini mengindikasikan kami terus melakukan persiapan-persiapan terkait apa yang kita kategorikan darurat,” pungkasnya. (Dewo)

Related Articles