Home Headline Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Kabupaten Cirebon Tetap Masuk Daerah AKB

Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Kabupaten Cirebon Tetap Masuk Daerah AKB

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara proporsional di lima daerah penyangga ibu kota Jakarta, yakni Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Bekasi telah berakhir 1 Agutus 2020. Bagaimana kebijakan berikutnya di daerah yang dianggap masih belum aman tingkat sebaran Covid-19 ini?

Merujuk pada perkembangan Covid-19, Pemerintah Provinsi Jawa Barat ternyata memperpanjang kebijakan PSBB proporsional di lima daerah tersebut. Hal itu tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) Jabar Nomor:443/Kep.419-Hukham/2020 tentang Perpanjangan Ketiga Pemberlakuan PSBB secara Proporsional di Wilayah Bodebek yang ditandatangani Gubernur Ridwan Kamil pada 30 Juli 2020 lalu.

Dalam surat tersebut PSBB secara proporsional akan diperpanjang hingga 16 Agustus 2020. Hal itu disampaikan Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar, Daud Achmad.

Daud mengatakan, dalam Kepgub itu, kepala daerah wilayah Bodebek dapat menerapkan PSBB secara proporsional sesuai dengan level kewaspadaan daerah. “Pemberlakuan PSBB secara proporsional disesuaikan dengan kewaspadaan daerah di tingkat kecamatan, desa, dan kelurahan dalam bentuk Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM),” ujar Daud beberapa hari lalu. 

Daud mengimbau warga Bodebek untuk mematuhi semua ketentuan dan peraturan PSBB secara proporsional, dan konsisten menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari pakai masker, jaga jarak, sampai terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

“Kunci keberhasilan PSBB secara proporsional di kawasan Bodebek adalah kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi segara peraturan dan menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, mata rantai penularan Covid-19 bisa diputus,” kata dia. 

Daud mengatakan, keputusan perpanjangan PSBB secara proporsional wilayah Bodebek diselaraskan dengan kebijakan pemerintah DKI Jakarta yang memperpanjang PSBB transisi sampai 13 Agustus 2020. Keputusan didasarkan juga pada berbagai hasil kajian epidemiologi.

Selain itu, kata Daud, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengeluarkan Kepgub Nomor:443/Kep.420-Hukham/2020 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di luar kawasan Bodebek sampai 29 Agustus 2020. Masa AKB tahap pertama sendiri berakhir pada 31 Juli 2020. 

Guna AKB berjalan optimal, Daud meminta kepada kepala daerah di 22 kabupaten/kota yang memberlakukan AKB berkoordinasi dengan TNI/Polri dalam pengamanan dan pengawasan pelaksanaan AKB. 

“Masyarakat wajib mematuhi semua ketentuan AKB. Kemudian, masyarakat harus konsisten menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan COVID-19,” tukas Daud.

Dengan Keputusan Gubernur tersebut, Kabupaten Cirebon masuk dalam 22 daerah yang memberlakukan AKB. Itu artinya, Kabupaten Cirebon tidak masuk dalam daerah yang perlu menerapkan PSBB proporsional, meski ada penambahan kasus baru positif Corona hingga lebih dari 20 orang. (C+/06)

Foto:  Istimewa

Related Articles