kuping kiri

Bentengi Siswa Madrasah dari Racun Hoax, LMI-Kemenag RI Gelar Seminar

Bentengi Siswa Madrasah dari Racun Hoax, LMI-Kemenag RI Gelar Seminar

Cirebonplus.com (C+) – Yayasan Lentera Muda Indonesia (LMI) menyelenggarakan kegiatan Seminar Nasional bertema Menangkal Hoaks di Madrasah, Jumat (10/8). Seratusan peserta ambil bagian, merela berasal dari guru-guru madrasah, mahasiswa, pelajar, fasilitator, dan lainnya Kepala Kemenag Kabupaten Cirebon H Mujayin MPdI, Wakil Ketua PCNU Kabupaten Cirebon H Sholihin Busyairi, dan Pimpinan Redaksi Cirebonplus.com, Kalil Sadewo SSos.

Ketua Yayasan Lentera Muda Indonesia, Wahyono MPdI mengatakan, fenomena hoaks dewasa ini makin meresahkan. Data yang dihimpun lembaganya, periode Januari-Februari Bareskrim Mabes Polri menangkap 18 orang lantaran menyebar berita palsu (hoax) dan ujaran kebencian yang meresahkan.

Baru-baru ini kumparan.com juga merilis tanggal 26 Februari lalu pembuat sekaligus penyebar berita hoaks sebanyak 5 orang kembali ditangkap oleh Bareskrim. Anehnya, yang menjadi tersangka pembuat sekaligus penyebar, bahkan korban berita hoaks ini tidak hanya orang biasa dan awam, tetapi juga intelektual dan terdidik.

“Sehingga kehadiran berita hoaks, pada umumnya telah mengubah sikap beragama lintas usia dan latar pendidikan menjadi keras dan kasar,” kata dia.

Masalah kabar hoaks, lanjut dia, kini menjadi perhatian serius banyak orang dan menjadi musuh bersama pihak-pihak yang peduli. Sejak pemerintah mulai menyisir laman berita yang memproduksi kabar hoaks, termasuk menciduk pelaku pembuat dan penyebar hoaks, masyarakat menyambut baik dan mengapresiasi.

“Dewasa ini serangan berita hoaks semakin bermunculan bak jamur di musim hujan di media sosial kita. Dan keadaan ini dipastikan semakin banyak terjadi dalam dua tahun ke depan menjelang momen pilkada serentak plus pileg dan pilpres. Perang hoaks bakal terus terjadi,” papar dia.

Untuk itu, sambungnya, sebagai generasi zaman now, perlu kiranya mengambil pelajaran dari ulama-ulama zaman old yaitu Jihad Melawan Hoaks. Istilah jihad bukan tanpa alas an, karena melawan hoaks memang harus betul bersungguh-sungguh karena gempurannya begitu dahsyat.

“Efeknya pun sangat terasa. Sadar atau tidak, kadang kita begitu mudahnya menyebarkan hoaks tersebut di media social kita. Hanya karena hoaks tersebut diberi embel-embel SARA,” ujarnya.

Atas dasar itulah, Yayasan Lentera Muda Indonesia (LMI) tergerak untuk mengampanyekan perang terhadap hoaks atau anti hoaks, termasuk di kalangan pelajar dan lingkungan madrasah. Tujuannya mengajak para remaja, pelajar, dan santri untuk tidak menyebar apalagi membuat hoaks di lingkungannya, baik di lingkungan sekolah, rumah maupun di lingkungan sosial lainnya. (*)

Laporan: Anshori

Related posts