Home Headline Bukan Anak Sultan, PRA Arief Ancam Polisikan Pria yang Ngaku Pewaris Tahta Kasepuhan

Bukan Anak Sultan, PRA Arief Ancam Polisikan Pria yang Ngaku Pewaris Tahta Kasepuhan

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Beberapa hari ini beredar viral dan heboh di media sosial (medsos) 2 video seorang pria yang menyatakan bahwa tahta Kesultanan Kasepuhan direbut. Pria tersebut mengklaim diri sebagai keturunan asli Sultan Sepuh XI.

Dalam videonya, pria tersebut juga menyatakan akan mengambil alih tahta Sultan Kasepuhan. Bahkan, ia mengaku akan mengambil tahta Sultan Kasepuhan pada hari Sabtu (27/6/2020).

Kontan video tersebut membuat geger. Bahkan Keluarga Besar Keraton Kasepuhan pun sampai harus membuat pernyataan untuk menanggapi pengakuan tersebut dan mengancam akan melaporkannya ke pihak Kepolisian.

Dalam pernyataan sikap yang diterima CirebonPlus, Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, Pra Arief Natadiningrat SE menyatakan bahwa Keraton Kasepuhan Cirebon sampai saat ini masih dalam kondisi kondusif, wewenang dan kendali masih dipegang Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon Pra Arief Natadiningrat SE.

Menurutnya, oknum  yang mengaku telah mengambil alih Keraton Kasepuhan Cirebon bukanlah yang berhak atas tahta Keraton Kasepuhan Cirebon,  baik secara silsilah, adat istiadat, serta tradisi yang berlaku secara turun temurun Kasultanan Kasepuhan Cirebon. Sehingga tindakan tersebut merupakan tindakan iseng yang sangat tidak berdasar.

“Oknum (tersebut) tidak berhak atas gelar kerajaan dan bukan sultan, juga bukan merupakan putra sultan. Hal mana yang berhak atas gelar sultan harus merupakan putra sultan, sesuai adat istiadat serta tradisi yang berlaku secara turun temurun kesultanan di Keraton Kasepuhan Cirebon,” ujarnya.

Dalam poin berikutnya, lanjut dia, perbuatan oknum dan kawan-kawannya telah melanggar hukum, mencemarkan nama baik, masuk tanpa izin, melakukan ancaman pembunuhan, dan telah menyiarkan berita kebohongan. Oleh karenanya telah melanggar UU ITE dan KUHP yang masuk ranah pidana. 

Oleh karena itu, Sultan Arief menegaskan, kejadian itu layak  dilaporkan secara hukum ke Kepolisian atas tindakan oknum tersebut. Hal itu demi tegaknya hukum dan menjaga marwah Keraton Kasepuhan Cirebon.

“Untuk itu kami mohon doa dan dukungan  dari  para wargi Kesultanan, pemerintah, dan aparat keamanan agar masalah yang memalukan  ini dapat diselesaikan sebaik-baiknya. Semoga Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai bagian dari sejarah dan jatidiri bangsa tetap lestari, aman dan damai,” pungkas Arief dalam rilis yang diterima CirebonPlus, Minggu (28/6/2020). (Dewo)

Related Articles