Home Headline Petani-Nelayan Indramayu Diberi Kelonggaran Selama Pemberlakuan PSBB

Petani-Nelayan Indramayu Diberi Kelonggaran Selama Pemberlakuan PSBB

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Indramayu, Taufik Hidayat memastikan pihaknya siap untuk memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari pada tanggal 6–19 Mei 2020. Hal itu disampaikan Taufik dalam Rakor Persiapan Pelaksanaan PSBB.

Ia menjelaskan, Kabupaten Indramayu termasuk daerah yang mendapatakan keputusan untuk melaksanakan PSBB secara serentak yang dimulai pada tanggal 6-19 Mei 2020 mendatang. PSBB serentak, selain merupakan program dari Provinsi Jawa Barat juga karena didasari fakta bahwa penyebaran ODP, PDP, dan terkonfirmasi positif di Kabupaten Indramayu setiap hari grafiknya terus meningkat.

Menurut Taufik, untuk mempersiapkan PSBB tersebut, sekarang tengah disiapkan berbagai regulasi mulai dari keputusan bupati, peraturan bupati hingga pendukung lainnya. Kemudian berbagai sosialisasi terus dilakukan hingga dengan jaring pengaman sosial untuk mengantisipasi dampak dari PSBB itu.

Dalam PSBB nanti, sambungnya, mengacu pada Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB, maka kegiatan yang dibatasi yakni pembatasan pembelajaran sekolah dan instansi pendidikan, pembatasan aktivitas bekerja di tempat kerja, pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, dan pembatasan pergerakan orang dan barang dalam mengunakan moda transportasi.

Taufik menambahkan, untuk toko supermarekt waktu operasional dimulai jam 09.00-18.00, minimarket jam 08.00–18.00, dan pasar tradisional jam 00.00–16.00.

Terkait dengan panen raya yang tengah berlangsung saat ini di wilayah Kabupaten Indramayu, pihaknya memberikan dikresi terhadap para petani yang tengah melaksanakan panen raya. Selain petani juga nelayan yang akan datang dan pergi melaut masuk sektor yang dikecualikan.

“Petani dan nelayan kita lakukan dikresi karena mereka memproduksi yang bisa dijadikan sebagai sumber ketahanan pangan bagi kita,” lanjut Taufik.

Selain itu, dalam pelaksanaan PSBB di Kabupaten Indramayu sudah disiapkan sedikitnya 16 Pos Chek Point untuk melakukan penyekatan di wilayah-wilayah yang berbatasan dengan kabupaten lain yang akan dijaga oleh tim gabungan TNI, Polri, Dishub, Satool PP, dan unsur lainnya.

Sebagai antisipasi terhadap Jaring Pengaman Sosial (JPS) pihaknya juga telah menyiapkan berbagai program mulai dari bantuan pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Serta beberapa bantuan sektoral yang terdampak seperti peternakan, perikanan, dan lainnya.

Sementara itu Ketua MUI Kabupaten Indramayu, KH. Syatori mengatakan, pihaknya mendukung penuh kebijakan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Indramayu yang menerapkan PSBB secara full ini. Dengan adanya kebijakan PSBB ini, maka semua kegiatan ibadah dilakukan di rumah sesuai dengan pembatasan yang telah ditentukan. (Abdullah)

Foto: Istimewa

Related Articles