kuping kiri

Dianggap Penting, Anggota Dewan Pendidikan Perjuangkan Rekomendasi Mulok Sejarah Cirebon

Dianggap Penting, Anggota Dewan Pendidikan Perjuangkan Rekomendasi Mulok Sejarah Cirebon

SUMBER (Ci+) – Gagasan menjadikan pelajaran sejarah Cirebon sebagai mata pelajaran muatan lokal, terus menggelinding. Banyak yang mendukung, karena dianggap penting bagi penguatan identitas dan jatidiri generasi.

Seperti disampaikan Anggota Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Cirebon, Mujahid MPd. Ia lebih setuju mulok sejarah Cirebon ketimbang bahasa Sunda.

“Mulok harus disesuaikan dengan kondisi daerah atau sekolah. Di Cirebon, sangat penting mengajarkan sejarah daerah. Tidak seperti sekarang, mulok bahasa Sunda kok wajib, padahal daerahnya Cirebon,” ujar Mujahid kepada cirebonplus.com, Rabu (1/2).

Terkandung banyak kearifan dalam perjalanan sejarah Cirebon, seperti era Pangeran Cakrabhuana (Mbah Kuwu Cerbon), Sunan Gunung Jati dan seterusnya hingga sejarah ulama yang melawan penjajah. Misalnya bagaimana cara dakwah mereka yang ramah dan mengena, toleransi, saling mencintai sesama, banyak nilai positif lainnya. 

“Banyak tokoh sejarah Cirebon yang agung budi pekertinya dan semangat perjuangan yang besar untuk menebar kebaikan dan melawan penjajah. Mereka patut diteladani generasi masa kini,” lanjut ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Semua jenjang pendidikan mulai SD, SLTP, hingga SLTA diharapkan bisa menyelenggarakan mulok sejarah Cirebon. Tentu setelah terlebih dulu melewati proses persiapan yang matang seperti bahan ajar.

Mengingat pentingnya mata pelajaran tersebut, Mujahid berjanji akan mebawa usulan itu ke rapat Dewan Pendidikan. Secara pribadi dia sangat setuju bila DP merekomendasikan gagasan itu ke Disdik Kabupaten Cirebon.

“Kami akan perjuangkan. Mudah-mudahan Dewan Pendidikan bisa merekomendasikan ke pemerintah,” pungkasnya. (*)

Laporan: Mahrus Ali

Related posts