Home Headline Diduga Produksi Kosmetik Ilegal, BPOM-Polda Gerebek Rumah di Cirebon

Diduga Produksi Kosmetik Ilegal, BPOM-Polda Gerebek Rumah di Cirebon

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

Cirebonplus.com (C+) – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jawa Barat bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat melakukan penggerebekan sebuah rumah mewah di kawasan Kedawung Kabupaten Cirebon, tepatnya Jalan Tuparev, Selasa dini hari (25/2). Rumah tersebut diduga menjadi tempat produksi kosmetik tanpa izin edar.

Dari rumah tersebut tim gabungan berhasil menemukan sekitar seribuan kardus yang diduga berisi sejumlah produk kosmetik ilegal. Tim langsung mengamankan barang bukti tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun Cirebonplus.com, setelah menggerebek rumah di Jalan Tuparev, BPOM dan Polisi langsung bergerak ke arah Ciledug. Diduga ada salahsatu rumah yang menjadi titik produksi di jalan utama menuju arah pusat keramaian Ciledug, yang masih terkoneksi dengan di Jalan Tuparev.

Bagian Penindakan BPOM Jawa Barat, Edward Siahaan membenarkan penggerebekan tersebut. Mengatakan. Menurutnya, dalam penggerebekan ditemukan nomor batch dan tanggal kosmetik kedaluarsa. Pihaknya akan melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan kandungan kosmetik yang diduga ilegel tersebut. 

Dikatakan, seluruh produk ilegal tersebut disita karena diduga melanggar pasal 197 dan pasal 196 Undang-Undang (UU) Kesehatan. Pihaknya menduga masih ada barang kosmetik ilegal yang disimpan di tempat lain. BPOM akan memperdalam dan mengambangkan kasus tersebut agar tuntas hingga akarnya. Karena di Jalan Tuparev hanya proses pelabelan saja. (C+5)

Disdagin Tak Tahu Penggerebekan BPOM

SUMBER, SC- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Cirebon tidak mengetahui penggerebekan rumah mewah di Jalan Tuparev yang diduga dijadikan tempat produksi kosmetik ilegal pada Selasa dini hari (25/2). Kepala Disdagin Kabupaten Cirebon, Deny Agustin mengatakan, penggerebekan yang dilakukan oleh BPOM dan Polda Jabar itu dilakukan tanpa koordinasi dengan pihaknya.

Pasalnya, hal itu memang merupakan kewenangan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi. “Kemarin kami ada acara dengan BPOM, tapi enggak ngobrol apa-apa. Acara kemarin itu pembinaan IKM, ya penjelasan yang berkaitan dengan izin edar,” ujar Deny, Rabu (26/2).

Kendati menjadi kewenangan Provinsi, namun dengan kejadian tersebut Disdagin Kabupaten Cirebon akan berkoordinasi dengan pihak dinas Provinsi Jawa Barat.

“Yang pasti semua ini akan kami kordinasikan dengan pihak dinas provinsi jabar dan BPOM,” kata Deny. Pihaknya sepakat, khususnya terkait kosmetik diduga ilegal, adalah kosmetik yang berbahaya. Karena, peredaran kosmetik tanpa izin telah melanggar Undang-Undang (UU) perlindungan konsumen dan perdagangan. Disdagin juga berencana melihat langsung keberadaan tempat tersebut dalam waktu dekat.

Related Articles