Home Headline Elektabilitas PSI dan Nasdem Naik di Masa Pandemi

Elektabilitas PSI dan Nasdem Naik di Masa Pandemi

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Momen politik besar Pemilihan Umum (Pemilu) baru saja berlalu tahun kemarin. Elektabilitas partai politik di masa-masa seperti ini juga cenderung stagnan, karena memang tidak ada pengerek suara.

Karena tidak ada momentum politik, sebagian besar partai tentu setel kendor. Tidak ada manuver signifikan. Meski demikian bukan berarti tidak ada pergerakan kenaikan elektabilitas. Sebagian kecil partai mengalami kenaikan, tetapi hanya beberapa persen saja.

Berdasarkan survei Center for Political Communication Studies (CPCS), PDIP, Gerindra, dan Golkar mengalami penurunan elektabilitasnya. Mesku ketiga partai tersebut masih nangkring di urutan tiga besar.

PDIP turun paling banyak dari 31,7 persen menjadi 29,2 persen, Gerindra turun dari 14,5 persen menjadi 13,7 persen, dan Golkar dari 8,9 persen menjadi 8,3 persen. “Dibandingkan dengan survei yang dirilis pada Maret 2020 lalu, hampir semua parpol turun elektabilitasnya, kecuali beberapa parpol di antaranya Partai Solidaritas Indonesia (PSI),” katanya dalam keterangan tertulisnya CPCS yang dilansir merdeka.com, Ahad (12/7/2020).

Bagaimana untuk pada papan tengah? Urutan keempat PKB dari 5,9 persen dari survei sebelumnya menjadi 5,8 persen, PKS dari6,7 persen jadi 5,7 persen, PSI dari 2,8 persen menjadi 4,1 persen, Nasdem dari 2,9 persen menjadi 3,9 persen. Berikutnya, Demokrat dari 4,6 persen menjadi 3,8 persen, PPP yang sebelumnya 3,1 persen kini 2,8 persen, dan PAN dari 1,6 persen jadi 1,4 persen.

Dari hasil itu menunjukkan bahwa semua partai di papan tengah cenderung turun. Hanya ada dua partai yang mengalami kenaikan, yakni PSI dan Nasdem.

Terutama PSI, kat Okta, kenaikan elektabilitasnya dianggap mengejutkan. Pasalnya, dalam Pemilu lalu partainya anak-anak muda itu tidak ada wakil di DPR RI.

Parta-partai papan bawah juga mengalami penurunan. Partai Hanura dari sebelumnya 0,9 persen jadi 0,8 persen), Perindo dari 0,7 persen menjadi 0,6 persen, Partai Berkarya dari 0,6 persen menjadi 0,5 persen, PBB tetap 0,3 persen, PKPI naik dari 0,1 persen jadi 0,2 persen, dan Garuda dari 0,4 persen jadi 0,1 persen. Dari hasil survei, sebanyak 18,8 persen menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Menurutnya, survei CPCS dilakukan 21-30 Juni 2020. Respondennya sebanyak 1.200 orang yang mewakili seluruh provinsi melalui sambungan telepon dan dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar kurang lebih 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen. (C+/06)

Sumber: Merdeka.com

Related Articles