kuping kiri

Gawat! Pantai Cirebon Terkikis 1 Meter/Tahun, Penanaman Mangrove Harus Lebih Masif

Gawat! Pantai Cirebon Terkikis 1 Meter/Tahun, Penanaman Mangrove Harus Lebih Masif

Cirebonplus.com (Ci+) – Setiap tahun ternyata daratan di kawasan pantai Kabupaten Cirebon terkikis 1 meter. Jika tidak segera diantisipasi secara masif, lambat laun daerah permukiman dan fasilitas dekat pantai terancam terseret abrasi.

Hal itu disampaikan aktivis lingkungan, Teuku Fakhrudin di sela-sela aksi penanaman mangrove di Desa Klayan, Kecamatan Gunungjati, Minggu (30/7). Koordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Panglaut Yudha Putra itu menyampaikan fakta tersebut berdasarkan hasil kajian kalangan akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB).

Ia menyangkan ada pihak yang mengatakan abrasi di pantai Kabupaten Cirebon dianggap normal. Pernyataan tersebut tidaklah berdasar dan tidak pernah melakukan pengecekan langsung.

“Anggapan tersebut tidak benar. Kami yakin tanah daratan di pantai Cirebon tergerus 1 meter setiap tahun. Kami tahu karena di sini,” imbuhnya, seraya mengatakan, garis pesisir pantai di Kabupaten Cirebon panjangnya sekitar 67 kilometer.

Melihat ancaman tersebut, Fakhrudin tambah kecewa karena perwakilan Pemerintah Kabupaten Cirebon, terutama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Ir Hermawan tidak hadir dalam aksi penanaman 20.000 tanaman bakau (mangrove) di pantai Desa Klayan, Kecamatan Gunungjati. Padahal merupakan kegiatan sangat positif bagi masyarakat dan daerah.

Ketua Generasi Muda (GM) Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI/Polri (FKPPI) Kabupaten Cirebon, H Erus Rusmana menyambut baik penanaman mangrove. Kegiatan tersebut merupakan langkah nyata menyelematkan lingkungan dan masyarakat dari ancaman bencana akibat abrasi pantai.

Menurutnya, masih banyak titik yang belum ditanami mangrove. Karena itu gerakan bersama menanam bakau harus terus dilakukan hingga wilayah pantai benar-benar terjaga.

Pantauan cirebonplus.com, hadir dalam aksi penanaman mangrove Wakil Gubernur Jawa Barat H Dedy Mizwar dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat Drs Anang Sudarna MSi. Tampak pula pimpinan Polres Cirebon, pimpinan Kodim Cirebon, dan aktivis peduli lingkungan. (*)

Laporan: DK Priyansa

Related posts