Home Headline Gubernur Jabar Pastikan Kebijakan Penanganan Covid-19 Berdasarkan Kajian Ilmiah

Gubernur Jabar Pastikan Kebijakan Penanganan Covid-19 Berdasarkan Kajian Ilmiah

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Gubernur Jawa Barat, M Ridwan Kamil memastikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat keputusan kebijakan penanganan pandemi tetap berlandaskan pada kajian ilmiah. Salahsatu contohnya adalah dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seluruh Provinsi Jawa Barat yang dilakukan berdasarkan data statistik.

Pemerintah telah merespons pandemi Coronavirus (Covid-19) dengan melahirkan sejumlah kebijakan dan tata kelola untuk menjaga kestabilan sosial. Dalam implementasinya, akademisi berperan penting dalam menyusun kebijakan dan tata kelola pemerinta yang baik.

“Kita tidak ada pertimbangan politik politik dalam penerapan PSBB. Kita punya rumus sendiri dan terbukti secara scientific bahwa PSBB dapat menghambat penyebaran Virus Corona,” jelas Gubernur yang akrab disapa Emil ini saat menjadi pembicara dalam Webinar Covid-19: Respons Kebijakan, Tata Kelola Pengendalian dan Kestabilan Sosial, Kamis (7/5).

Webinar ini diselenggarakan oleh Insitut Pembangunan Jawa Barat (Injabar) Universitas Padjadjaran. Webinar ini menghadirkan tiga pembicara utama, yaitu Dr Hadiyanto, Ridwan Kamil, serta Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir.

Karena berbasis akademik, Kang Emil mengharapkan akademisi Unpad dapat membantu Pemprov untuk membantu memberikan solusi serta langkah konkret yang perlu diambil pascapandemi ini selesai.

Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan RI Dr Hadiyanto SH LLM menjelaskan, implementasi tata kelola pemerintah pusat dalam penanganan pandemi Covid-19 terlihat dalam beberapa kebijakan fiskal. Semua kebijakan itu terangkum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 1 tahun 2020 tentang Kebijakan Keuangan Negara dan Stabilitas Keuangan untuk Penanganan Pandemi COVID-19.

“Dalam peraturan tersebut, pemerintah sudah mengalokasikan anggaran negara untuk menjamin kehidupan seluruh warga negaranya di tengah pandemi ini,” ujar Hadiyanto

Hadiyanto melanjutkan, pemerintah juga memberikan stimulus seperti dukungan untuk kelompok UMKM, serta beragam upaya untuk tetap menjaga daya beli masyarakat di tengah pandemi.

“Ada penangguhan pajak, keringanan pinjaman bagi UMKM. Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah pasti dalam Peraturan Pemerintah tersebut agar bisa menjamin UMKM untuk bisa mempertahankan produksi dan roda industri mereka,” ujar Hadiyanto.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Sumedang, Dony Ahmad Munir Dony mengajak seluruh instrumen yang ada di Kabupaten Sumedang untuk menyumbangkan kemampuan terbaiknya dalam menangani Covid-19.

Terkait kebijakan, Dony juga menjelaskan bahwa seluruh kebijakan yang Ia ambil adalah hasil sinergi dengan akademisi dan berdasarkan sudut pandang ilmiah. Salahsatunya adalah aplikasi Amari atau Aplikasi Mawas Diri, aplikasi deteksi dini mandiri gejala virus Covid-19 yang dikembangkan oleh akademisi Unpad.

“Aplikasi tersebut adalah hasil sinergi kami dengan akademisi dari Universitas Padjadjaran. Kami ingin seluruh kebijakan kami teruji secara scientific. Maka dari itu, dibutuhkan evaluasi dari akademisi dalam pelaksanaannya,” jelas Dony.

Webinar yang dimoderatori Direktur Injabar Unpad Prof Dr Keri Lestari MSi Apt ini juga menghadirkan tiga pembahas, yaitu Direktur Telkomsel Irfan A Tachir, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Amerika Serikat yang juga Guru Besar FEB Unpad Prof Poppy Rufaidah MBA PhD, Anggota DPRD Jabar Bucky Wikagoe, serta Direktur Keuangan dan Administrasi Injabar Unpad Yogi Suprayogi Sugandi SSos MA PhD.

Rektor Unpad, Prof Dr Rina Indiastuti dalam sambutannya mengatakan, Unpad mendorong Injabar untuk mengambil peran dalam memberikan pemahaman dan membangun rasa solidaritas masyarakat terkait kebijakan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.

Yogi Suprayogi mengatakan, saat ini Injabar Unpad tengah mengkaji mengenai peningkatan Pendapatan Asli Daerah akibat pandemi Covid-19. Injabar menganalisis keterbatasan anggaran merupakan salahsatu masalah yang dihadapai Jawa Barat dan seluruh daerah lainnya di Indonesia.

“Kajian tersebut sudah kami gambarkan dalam bentuk model dan akan siap untuk diuji coba. Uji coba pertama insya Allah akan dilakukan di Kabupaten Sumedang,” terang Yogi. (Dewo)

Related Articles