Home Headline Hanya 4 Daerah di Jabar Serius Tangani Sampah, 72% Warga juga Abai

Hanya 4 Daerah di Jabar Serius Tangani Sampah, 72% Warga juga Abai

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

Cirebonplus.com (C+) – Pemerintah daerah dan masyarakat sama-sama memiliki kepedulian yang minim terhadap lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Fenomena sampah terjadi hampir di semua daerah, baik kota maupun kabupaten. Hal itu diakui Direktur Penilaian Kinerja Pengelolaan Limbah B3 dan Limbah non B3 Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Sinta Saptarina dalam Peringatan Hari Sampah Nasional di Bandung, Selasa (25/2/2020).

Ia mengakui, penanganan sampah hingga saat ini masih belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Salahsatu indikatornya, banyak pemerintah daerah yang tidak memiliki peraturan daerah atau perda terkait pengelolaan sampah.

Menurutnya, berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 72 persen masyarakat di Indonesia tidak perduli dengan pengelolaan sampah. Di Jawa Barat hanya ada empat daerah yang peduli, bila menggunakan parameter adanya aturan daerah baik berupa peraturan daerah (perda) maupun peraturan bupati (perbup) atau peraturan walikota (perwali).

Lalu daerah mana saja di Jawa Barat yang dianggap peduli? Kota Bandung, kata dia, menjadi satu-satunya daerah yang sudah memiliki Perda Pengelolaan Sampah, yaitu Perda Nomor 9/2018. Di dalamnya salahsatunya mengatur pembatasan penggunaan kantong plastik.

“Soal penggunaan kantong plastik yang dibatasi ada empat daerah di Jabar yakni Kota Bandung, Kota dan Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi,” kata dia.

Tak hanya itu, anggaran untuk pengelolaan sampah juga masih kecil. Idealnya dalam setiap APBD dianggarkan dana sebesar 3-4 persen dari total anggaran APBD.

Jika dirata-ratakan hanya sebesar 0,07 persen dari APBD. Padahal banyak sarana dan prasarana pengelolana sampah yang harus dipelihara dan diperbaiki, termasuk peningkatakn kapasitas SDM.

“Meskipun demikian, kami optimis target pengurangan sampah yang dikirim ke TPA dapat mencapai 30 persen. Sementara 70 persen sampah akan tertangani dengan baik,” jelasnya.

Pihaknya berharap Jabar menerapkan pengelolaan sampah dengan baik, termasuk memanfaatkan bank sampah. Di Jatim, dengan membuang sampah terpilah ke bank sampah, ternyata mampu meningkatkan ekonomi warga. Warga bisa membayar tagihan listrik hingga biaya sekolah melalui bank sampah.

Sementara itu, Ketua Forum Bank Sampah, M Satori mengatakan, di Jabar saat ini sudah ada 1.612 bank sampah. Dari jumlah itu dalam satu tahun bank sampah dapat memiliki omzet sebesar Rp552,9 juta rupiah.

“Nasabah bank sampah kita sebanyak 9.617 orang, di mana sekitar 400 ton sampah ekonomis dapat dikelola dalam setahun,” tuturnya. (Dewo/Ril)

Ilustrasi: Net

Related Articles