Home Headline Hari Kartini, Yuningsih: Kesetaraan Kualitas Perempuan karena Pendidikan

Hari Kartini, Yuningsih: Kesetaraan Kualitas Perempuan karena Pendidikan

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CIREBONPLUS – Perempuan Bangsa DPW Jawa Barat menyemarakkan Hari Kartini dengan aksi santunan anak yatim Bani Salam, Bandung di Kantor DPW PKB Jawa Barat pada Selasa (20/21) pukul 16.00 WIB. Rangkaian Hari Kartini tersebut yakni aksi berbagi, sharing sesion soal sosok Kartini, peringatan Hari Kartini, dan terakhir edukasi keagamaan terkait bulan suci Ramadhan.

Suasana kantor DPW PKB bulan Ramadhan ini semarak dengan aktivitas Peduli Umat Melayani Rakyat. Deretan aksi melayani rakyat menjadi penegas bahwa PKB adalah kepanjangan tangan masyarakat. Mulai dari aksi Food Bank yang bertujuan percepatan kebangkitan ekonomi rakyat kecil hingga aksi berbagai takjil dalam upaya mengurangi beban pengeluaran harian warga Jabar.

Tidak hanya itu, salah satu Badan Otonom PKB itu juga ikut andil dalam memeriahkan aksi melayani rakyat. Dalam kegiatan itu, Perempuan Bangsa memberi edukasi terkait sosok Kartini dan Hari Kartini.

Ketua Perempuan Bangsa DPW Jawa Barat, Hj Yuningsih MM dalam kesempatan itu menyampaikan, edukasi soal sosok Kartini sangat penting untuk anak-anak di masa pertumbuhan. Mengingat sosok Kartini yang memperjuangkan wanita pada ranah pendidikan.

Edukasi ini merupakan langkah dalam membangun mentalitas anak bangsa sejak dini soal gairah menimba ilmu. Karena sesungguhnya pendidikan dapat menaikkan kualitas perempuan sehingga bisa setara.

“Sosok Kartini adalah ibu Indonesia, dengan mengenal sosoknya, saya berharap semangat anak-anak dalam menempuh ilmu, pendidikan tidak surut. Selain itu pun, sosok Kartini yang pantang menyerah dapat ditiru oleh anak-anak. Kita tahu, anak di masa pertumbuhan senang meniru. Maka tampilkalah sosok yang bernuansa positif,” tutur perempuan asal Gebang, Kabupaten Cirebon itu saat menggelar santunan anak yatim Bani Salam di kantor DPW PKB.

Selain memperkenalkan sosok Kartini, juga menghadirkan sharing sesions terkait pendidikan dasar keagaaman soal bulan Ramadan.

Menurut Yuningsih, sharing sesion tersebut menjadi ruang mengekspresikan yang telah anak-anak pelajari. Sebab itulah salah satu langkah yang cukup efektif untuk meningkatkan pemahaman anak.

“Anak-anak juga harus mengungkapkan apa yang mereka cermati, dengan begitu mereka tidak lupa apa yang sudah dipelajarinya,” tutur Yuningsih.

Aksi itu pun dimeriahkan dengan berbagai games edukasi. Sambung Yuningsih, games tersebut bertujuan agar anak-anak menilai proses pembelajaran itu di samping informatif juga rekreatif. Anak-anak pun antusias menyambutnya. Game tersebut berisikan pertanyaan seputar pemahaman agama, kekompakan yel-yel anak-anak, hingga praktik salat.

“Ya, game ini supaya anak nyaman dengan proses pembelajaran. Jadi ginilah, mendidik dan menghibur, itu kunci pendidikan untuk anak. Jangan bikin bosen nanti anak bisa kabur,” terangnya. (PKB-JB)

Foto: Istimewa

Related Articles