kuping kiri

IAIN Cirebon dan Al Ahghaff University Yaman Sepakati Kerjasama Beasiswa, Penelitian dan Pengabdian

IAIN Cirebon dan Al Ahghaff University Yaman Sepakati Kerjasama Beasiswa, Penelitian dan Pengabdian

Cirebonplus.com (C+) – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati (SNJ) Cirebon terus melakukan terobosan dalam rangka peningkatan kapasitas dan peran-peran tridharma perguruan tingginya. Senin (12/11) misalnya kampus terbesar di Cirebon itu menyelenggarakan forum internasional di Hotel Apita Cirebon.

Dua agenda besar dan penting dalam acara itu adalah Internasional Seminar: Islam Rahmatan Lil ‘Alamin for World Peace dan penandatanganan menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) antara IAIN Syekh Nurjati Cirebon dengan Al Ahgaff University Hadramaut, Yaman. Selain menandatangani nota kesepakatan strategis antardua lembaga perguruan tinggi, Rektor Al Ahghaff University, Prof Dr Habib Abdullah bin Muhammad Baharun juga menyampaikan orasi ilmiah dalam seminar.

Habib Abdullah Baharun dalam kesempatan itu menyampaikan materi tentang Peran Perguruan Tinggi Yaman dalam Perkembangan Islam Indonesia dan Dunia. Dua pemateri seminar lainnya dihadirkan yakni Rois Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Cirebon yang juga lulusan Timur Tengah Dr KH Wawan Arwani Amin MA dengan materi tentang Pertalian Ulama Indonesia dan Yaman dalam Khazanah Islam Nusantara serta Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon Dr H Sumanta MAg yang menyampaikan Peran Perguruan Tinggi Islam dalam Menangkal Paham Radikalisme.

Terkait MoU internasional, Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon, H Sumanta  mengatakan, kesepakatan bersama tersebut merupakan bentuk tridharma perguruan tinggi seperti pengajaran, penelitian, pengabdian, dan beasiswa. Karena dianggap strategis, pihaknya akan segera menindaklanjuti kerjasama itu ke tingkat fakultas dan jurusan di institut yang ada.

Beberapa hal yang masuk dalam poin kerjasama, kata Sumanta, antara lain beasiswa Universitas Al Ahghaff untuk melanjutkan studi pascasarjana (S2) di Yaman, fasilitasi seleksi masuk Al Ahghaff University, pertukaran mahasiswa dari IAIN Cirebon ke Al Ahghaff atau sebaliknya. Kerjasama lain juga bisa terkait penelitian ilmiah dan pengabdian keumatan.

“Untuk (beasiswa) kuotanya belum disebutkan, tetapi syekh bilang sebanyak-banyaknya. Itu menunjukkan bahwa mereka punya keinginan menampung mahasiswa-mahasiswa dari Indonesia, khususnya IAIN Syekh Nurjati Cirebon,” lanjut Sumanta.

Manfaat di bidang penelitian dan pengabdian, di antaranya melalui kolaborasi program bersama 2.000 mahasiswa Indonesia yang sudah menjadi alumni Universitas Al Ahgaff. Mereka berpaham Ahlussunnah Wal Jamaah yang satu visi dalam upaya menangkal kekerasan dan radikalisme, khususnya di kalangan mahasiswa. (Kustano)

Related posts