Home Headline Ini Sikap ISNU Kabupaten Cirebon Menyikapi Penyegelan Makam Adat Sunda Wiwitan

Ini Sikap ISNU Kabupaten Cirebon Menyikapi Penyegelan Makam Adat Sunda Wiwitan

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CirebonPlus (C+) – Penyegelan bangunan makam Masyarakat Adat Karuhun Sunda Wiwitan di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan oleh pemerintah daerah setempat menyedot perhatian publik. Tak hanya di lokal Kuningan, tapi telah menjadi isu nasional.

Sejumlah pihak, baik individu maupun lembaga angkat suara melakukan pembelaan terhadap kelangsungan kehidupan adat Sunda Wiwitan. Salahsatunya disampaikan Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kabupaten Cirebon.

Menyikapi hal ini, ISNU Kabupaten Cirebon menyampaikan beberapa poin pernyataan yang disampaikan Ketuanya H Abdul Muiz Syaerozi. Pertama, ISNU Kabupaten Cirebon mengutuk aksi penyegelan bangunan makam milik Masyarakat Adat Karuhun Sunda Wiwitan di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kuningan dan sejumlah oknum ormas keagamaan.

Kedua, sambung Muiz, ISNU Kabupaten Cirebon menyatakan bahwa penyegelan merupakan pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) serta kebebasan beragama dan berkepercayaan yang dijamin pasal 29 ayat (2) UUD 1945. “Yang ketiga, kami mmenyatakan bahwa penyegelan tersebut merupakan kegagalan pemerintah dalam menjaga dan melestarikan budaya dan tradisi lokal,” tegas Muiz seraya mengajak semua pihak untuk tetap menjaga kerukunan beragama dan saling menghormati sebagai sesama anak bangsa. (C+/03)

Related Articles