kuping kiri

Inovasi Terbaik Edisi 2: E-Posti DIY Bisa Perpanjang STNK Lewat ATM

Inovasi Terbaik Edisi 2: E-Posti DIY Bisa Perpanjang STNK Lewat ATM

DUNIA memasuki era digital atau sering disebut masa revolusi industri 4.0. Hal positif yang dapat diambil dari era ini adalah pemanfaatan produk digital untuk mempercepat dan mempermudah pelayanan kepada masyarakat.

Kemajuan perangkat digital inilah yang diambil sebagai peluang untuk melakukan inovasi pelayanan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salahsatunya adalah inovasi yang memberi kemudahan masyarakat dalam pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan percepatan pelayanan pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Bermotor.

Inovasi yang diberi nama E-Posti DIY dapat menjawab persoalan masyarakat yang menilai pelayanan saat ini berbelit-belit, lama, dan hanya ada di pusat kabupaten/kota saja.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah DIY, Bambang Wisnu Handoyo mengatakan, E-Posti DIY adalah inovasi layanan pembayaran PKB melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) perbankan. Posti merupakan singkatan bahasa Jawa dari Perkakas Paos Titian yang dalam dalam bahasa Indonesia berarti alat pajak kendaraan.

“Alat yang digunakan dalam pembayaran pajak ini adalah layanan ATM BPD DIY. Tujuan untuk memudahkan dan mempercepat pelayanan pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) Bermotor dan pembayaran PKB sesuai program pemerintah,” kata dia dalam presentasi di hadapan para pejabat Kemenpan RB.

Terobosan ini masuk dalam inovasi pelayanan publik terbaik 2018, di mana transaksi pembayaran pajak dilakukan pada ATM BPD DIY, bukan ATM khusus Samsat. Lebih dari itu, pengesahan STNK tahunan dilakukan secara langsung dengan menggunakan mesin validasi STNK tanpa harus melakukan validasi ulang ke Kantor SAMSAT induk.

“Tidak memerlukan dokumen fisik karena data wajib pajak sudah terkoneksi dengan data pada jaringan ATM BPD DIY,” imbuh Bambang.

Kelebihan lainnya E-Posti menetapkan PKB secara otomatis berdasarkan tabel tarif, dan pencetakan Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD) secara otomatis. Untuk mengoptimalkan pelayanan ini, masyarakat diimbau memiliki kartu ATM BPD DIY, dan memiliki NIK yang terdaftar pada bank dan Samsat.

Bambang menjelaskan, selain E-Posti, pihaknya juga menerapkan sejumah fasilitas pelayanan, antara lain Samsat Desa serta counter-counter BPD DIY yang sangat membantu masyarakat. Samsat Desa adalah layanan Samsat yang diselenggarakan di tingkat desa. Hal ini dilakukan dalam rangka mendekatkan pelayanan pembayaran PKB tahunan kepada wajib pajak di wilayah pedesaan.

Dengan makin banyaknya jenis layanan, wajib pajak bisa memilih fasilitas mana yang dianggap paling mudah. Saat ini, lanjutnya Samsat Desa melayani 100-150 wajib pajak per hari, sementara untuk  konter-konter  BPD melayani hampir 200 -300. Bervariasinya jenis layanan itu juga mengurangi antrean wajib pajak di Samsat induk.

Diakui bahwa belum semua wajib pajak memiliki ATM BPD DIY, dan saat ini penggunaannya masih dalam kisaran 30-40 persen. Pemprov DIY sebenarnya membuka diri untuk bekerjasama dengan bank lain. “Namun hal itu perlu pertimbangan mengingat adanya Permendagri yang mengatur pengeloaan keuangan daerah, dimana PAD harus masuk kas daerah dalam kurun waktu 1×24 jam,” imbuhnya. “Sementara Samsat Desa adalah layanan Samsat yang diselenggarakan di tingkat desa. Pelayanan diintegrasikan di Balai Desa/Kelurahan dalam rangka mendekatkan pelayanan pembayaran PKB tahunan kepada wajib pajak di wilayah pedesaan,” ujarnya seperti dilansir portal Kemenpan RB. (*)

Laporan: Redaksi C+

Foto: Humas Kemenpan RB

Related posts