Home Headline Istighotsah, Jangan Hilang!

Istighotsah, Jangan Hilang!

by Redaktur Cirebon Plus
0 comment

CIREBONPLUS Istighotsah adalah satu dari sekian banyak tradisi amaliyah warga Nahdlatul Ulama (NU). Pengasuh Pesantren Babakan Ciwaringin-Cirebon yang juga salahsatu tokoh tarekat, KH Zamzami Amin menegaskan, istighotsah dan haul adalah amaliyah NU yang tak akan hilang sampai akhir zaman.

Pendapat itu ia sampaikan dalam ceramah di Haul Buyut Mesir, di Makbaroh Desa Sukagumiwang, Kecamatan Sukagumiwang, Jumat (2/4).

“Haul Buyut Mesir harus terus diadakan sampai akhir zaman. Dan, semoga pandemi Covid 19 atau corona hilang dari negara Indonesia khususnya Wilayah Kecamatan Sukagumiwang. Mari memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah semoga kita menjadi anak yang saleh berbakti kepada orang tua terutama yang sudah meninggal,” ujar Kiai Zamzami.

Mbah Buyut Mesir adalah tokoh ulama besar yang datang dari negara Mesir untuk menyebarkan agama Islam di Kecamatan Sukagumiwang. Berkat jasa ulama asal Mesir itu perkembangan Islam di Sukagumiwang sangat pesat dan untuk menghormati jasa-jasanya, masyarakat setempat rutin menggelar haul setiap tahun.

Pada tahun 2021 ini, haul Mbah Buyut Mesir diisi dengan Istighosah Kubro bareng Masyayikh Pesantren  Babakan Ciwaringin Cirebon, di antaranya KH. Zamzami Amin, KH Rohmat Jauhari,  KH. Marzuki Ahal,  beserta para kiai Indramayu dan diikuti elemen masyarakat, perwakilan jam’iyah, Jama’ah  Nahdliyin, MWC NU, Banser, IPPNU/ IPNU, Fatayat, Muslimat, Lazisnu  dan  instansi pemerintah lainnya.

Kegiatan Istighosah Kubro diawali ceramah singkat oleh KH Marzuki Ahal, setelah itu  tawasul dipimpin oleh KH Azizi Amrin Hanan, Wiridan Istighosah Kubro oleh KH Rohmat Jauhari  dan terakhir ditutup dengan tausiyah dan doa oleh KH Zamzami Amin.

KH Marzuki Ahal dalam ceramahnya mengungkapakn, Haul Mbah Buyut Mesir ini adalah bagian Amaliyah NU dengan mengadakan doa bersama dan Istighosah Kubro bersama keluarga, saudara, handai taulan dan umat Islam se-Kecamatan Sukagumiwang.

“Istighosah Kubro harus terus ditingkatkan dan jangan sampai hilang karena perkembangan zaman yang semakin canggih, istighosah juga merupakan doa memohon ampunan dan pertolongan kepada Allah,” ungkapnya.

Panitia Haul Mbah Buyut Mesir, Ust. Syamsudin dalam sambutannya menjelaskan, haul ini merupakan ajang silaturahmi keluarga besar Buyut Mesir, bentuk taat dan patuh kepada orang tua, mendoakan orang tua supaya selamat di akhirat dan masuk syurga, serta mengajarkan kepada generasi millenial cinta terhadap amaliyah NU yaitu Istighosah Kubro.

“Selamat datang rombongan para masyayikh dari Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon, dengan hadirnya para ulama di tengah-tengah kita maka saya yakin kita semua mendapat barokah,” ucapnya.

Pelaksanaan haul dan Istighotsah Kubro dikawal secara ketat oleh Barisan Ansor Serbaguna (Banser) PAC GP Ansor Sukagumiwang yang merupakan Kader Ansor lulusan Diklatsar  baru-baru ini, mereka langsung siaga satu menjaga dan mengawal ulama dan mengamankan jalannya haul.

Kader Banser dan Ansor serta Mantan Kasat Koryon Banser Sukagumiwang 2018-2020,   Maman Rasiman, mengaku sangat bangga bisa mengawal para masyayikh Pesantren Babakan serta bisa membantu mensukseskan acara haul tersebut.

“Kader Banser dan Ansor selalu siaga mengawal kiai dan ulama rombongan ponpes Babakan Ciwaringin Cirebon, Koordinasi dan komunikasi dengan panitia berjalan dengan baik serta mendatang agenda haul ini bisa semakin solid dan kompak dengan Banser, Banser dan Ansor di undang maupun tidak ketika ada kegiatan keagamaan baik istighosah maupun lainnya selalu hadir mengamankan dan mengawal jalan kegiatan tersebut,” tegasnya. (NOJ)

Related Articles